• 25 February 2026

3 Superfood Dunia yang Tumbuh di Indonesia

uploads/news/2026/02/3-superfood-dunia-yang-2405385cc7c8e82.jpeg

Jagad Tani - Akhir-akhir ini istilah superfood kerap muncul dan menjadi konten di berbagai beranda sosial media kita Sahabat Tani. Tahu nggak kalau superfood itu merupakan makanan yang kaya akan gizi, dan istilah ini sering banget diasosiasikan sebagai bahan pangan impor yang mahal dan sulit didapat.

Padahal, sejumlah makanan yang diakui dunia sebagai superfood ini justru bisa tumbuh subur di Indonesia dan sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat di sekitar kita. Mau tahu apa saja makanan superfoodnya? Berikut adalah tiga superfood dunia yang tumbuh subur di sekitar kita:

Baca juga: Kim Jong Un Dorong Modernisasi Peternakan Korea Utara

1. Rebung (Tunas bambu muda)

Rebung atau tunas bambu muda dikenal luas dalam kuliner Asia, termasuk Indonesia. Di balik rasanya yang khas dan teksturnya yang renyah, rebung menyimpan kandungan gizi yang menjadikannya sebagai superfood.

Pasalnya, rebung itu kaya akan serat pangan, kalium, dan antioksidan, dan rendah lemak serta kalori. Tentunya kombinasi ini menjadikan rebung baik untuk kesehatan pencernaan, membantu menurunkan kolesterol, dan menjaga tekanan darah tetap stabil, Sahabat Tani.

2. Krokot (Portulaca oleracea

Krokot (Portulaca oleracea) sering dianggap sebagai tanaman liar yang tak bernilai. Padahal di Eropa, krokot justru dikenal sebagai salah satu tanaman yang mempunyai kandungan omega-3 nabati yang tinggi.

Selain omega-3, krokot juga mengandung vitamin A, C, dan E, serta mineral penting seperti zat besi dan magnesium. Kandungan antioksidannya berperan dalam melawan peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

Bahkan tanaman ini bisa tumbuh tanpa perlu perawatan khusus dan mampu bertahan di lahan kering, sehingga berpotensi menjadi sumber pangan sehat yang murah dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

3. Sukun (Artocarpus altilis)

Nah untuk Buah Sukun (Artocarpus altilis), biasanya kalau di Indonesia itu diolah menjadi camilan yang digoreng ya Sahabat Tani. Namun ternyata sukun juga bisa menjadi sumber karbohidrat kompleks alternatif pengganti beras dan gandum.

Buah ini kaya serat, vitamin B, dan vitamin C, serta memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah, sehingga membuat sukun lebih ramah bagi penderita diabetes dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, pohon sukun mampu berbuah lebat dan relatif tahan terhadap perubahan iklim. Dengan produktivitas tinggi dan daya adaptasi yang baik, sukun bisa berpotensi menjadi pangan alternatif di tengah tantangan krisis pangan global.

Jadi mulai dari rebung, krokot, hingga sukun yang bisa tumbuh subur di sekitar kita menunjukkan bahwa istilah superfood itu tidak selalu datang dari luar negeri. Tapi juga bisa datang dari tanaman yang tumbuh di sekitar kita, utamanya lewat kandungan gizinya yang bernilai tinggi.

Sehingga dengan kita mengangkat kembali soal branding konsumsi superfood lokal, tentunya tidak hanya akan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani, sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.

Related News