• 25 February 2026

Jawab Tantangan Pertanian, Polisi Pakai Skema Ini

uploads/news/2026/02/jawab-tantangan-pertanian-polisi-24405f8c7037a3f.jpeg

Jagad Tani - Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat kini resmi menjadi cetak biru (blueprint) bagi kepolisian di seluruh Indonesia. Melalui penerapan empat skema yang meliputi pembiayaan hingga pengelolaan lahan, guna menjawab tantangan klasik yang dihadapi para petani, yaitu keterbatasan modal, akses lahan, dan kepastian pasar.

Adapun skema yang pertama, yakni konsep “Keroyok Bareng” yang berbasis CSR dan filantropi. Skema ini mengandalkan dana tanggung jawab sosial dari pemodal tanpa beban bunga bagi petani. Di mana setiap Polsek diinstruksikan untuk membina dan mengelola minimal dua hektare lahan produktif di wilayah hukumnya masing-masing.

Baca juga: Produksi Padi Harus Dijaga Meski Iklim Ekstrem

Selanjutnya, memanfaatkan peran Primkopol (Koperasi Kepolisian) sebagai penyedia sarana produksi pertanian. Petani diberikan bantuan dalam bentuk bibit, pupuk, dan obat-obatan dengan sistem bagi hasil atau bunga sangat rendah sebesar 1,5%, guna meringankan beban biaya produksi di awal masa tanam sehingga petani dapat fokus pada kualitas hasil panen.

Skema lanjutannya yaitu memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank Himbara seperti BRI. Skema KUR Mikro ini disediakan bagi kelompok tani yang ingin melakukan perluasan lahan secara berskala besar. 

Selain itu, ada pula skema Pinjam Manfaat Lahan, yang memungkinkan para petani dapat menggarap aset negara milik PTPN dan Perhutani secara legal dan produktif. Pemerintah melalui Bulog juga menargetkan penyerapan hasil panen sebanyak 1 juta ton dengan harga standar Rp6.400 per kilogram.

Melalui integrasi keempat skema tersebut, diharapkan tidak hanya bisa memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan taraf hidup petani di seluruh pelosok tanah air.

"Fokus utamanya adalah menekan angka impor pakan ternak dengan mengoptimalkan potensi lokal. Melalui koordinasi yang solid, Polri kini berperan aktif sebagai motor penggerak ekonomi di sektor agraris," tukas Brigjen Pol Langgeng Purnomo, Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Related News