Jeruk Kip, Tanaman Serbaguna dan Mudah Dirawat
Jagad Tani - Jeruk kip merupakan salah satu jenis jeruk asam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama untuk kebutuhan dapur dan kuliner tradisional. Meski popularitasnya tidak setinggi jeruk nipis atau lemon, jeruk kip tetap memiliki tempat tersendiri karena karakter rasanya yang kuat dan fungsinya yang serbaguna.
“Jeruk kip itu jeruk asem, mirip jeruk nipis,” jelas Samsu atau akrab disapa Sem, selaku pemilik dari lapak Sem Bibit yang berlokasi di Pasar Petani Garuda, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Baca juga: Pantauan Harga Bibit Lapak Gen-Z Pasar Petani
Jeruk kip umumnya berukuran kecil hingga sedang dengan kulit berwarna hijau yang akan menguning saat matang. Daging buahnya mengandung banyak air dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi, sehingga kerap digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan daging, campuran sambal, hingga pelengkap aneka masakan berkuah.
Selain dimanfaatkan buahnya, tanaman jeruk kip juga mulai dilirik sebagai tanaman pekarangan. Tanaman ini relatif mudah dirawat dan mampu tumbuh baik di dataran rendah hingga menengah. Dengan perawatan sederhana seperti penyiraman rutin, pemupukan berkala, serta pencahayaan yang cukup, jeruk kip sudah dapat tumbuh produktif.
Bibit tanaman jeruk kip yang dijual di lapak Sem Bibit dibanderol dengan harga Rp15 ribu per batang. Harga tersebut dinilai masih terjangkau, terutama bagi masyarakat yang ingin menanam sendiri jeruk asam di rumah atau memulai budidaya skala kecil.
"Untuk bibitnya ini kita mulai dari umur 2 bulanan," ungkap Sem saat ditemui oleh tim Jagad Tani.
Kehadiran Sem, seorang pelaku usaha dari generasi Z berusia 27 tahun, juga menunjukkan keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian dan perbibitan. Melalui lapaknya, ia turut mengenalkan kembali tanaman-tanaman yang selama ini kurang mendapat sorotan, termasuk jeruk kip.
Dengan fungsi yang beragam, kemudahan perawatan, serta harga bibit yang terjangkau, jeruk kip menjadi salah satu tanaman hortikultura lokal yang masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik sebagai tanaman konsumsi maupun tanaman pekarangan rumah.

