• 25 February 2026

Diduga Tercemar Pestisida, Ikan Cisadane Berbahaya Dikonsumsi

uploads/news/2026/02/diduga-tercemar-pestisida-ikan-27107661e8ad2a2.jpeg

Jagad Tani - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul temuan ribuan ikan mati yang diduga akibat paparan bahan kimia pestisida. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan risiko kesehatan akibat cemaran lingkungan.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan ikan-ikan yang mati mendadak berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Paparan zat kimia dalam jangka panjang, kata dia, dapat memicu penyakit serius.

Baca juga: Tangani PMK, 151.000 Dosis Vaksin Jabar Digelontorkan

“Risiko jangka panjang zat kimia ini salah satunya bisa menimbulkan kanker. Kalau masuk ke lambung, bisa menyebabkan kanker usus,” ujar Hendra, dikutip dari Antara Rabu (11/02).

Ia meminta masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, khususnya wilayah Cisauk, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, dan Sepatan, untuk sementara waktu menghindari konsumsi ikan sungai hingga hasil pemeriksaan laboratorium memastikan kondisi benar-benar aman.

“Kami berharap masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang terpapar di sungai terlebih dahulu, karena kita belum bisa memastikan keamanannya,” kata dia.

Bahkan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mengungkap dugaan sumber pencemaran berasal dari gudang penyimpanan pestisida di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, yang mengalami kebakaran pada Senin pagi. Cairan kimia dari lokasi kebakaran diduga terbawa air pemadaman dan mengalir ke sungai.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Hadiman, menyebut hasil penelusuran lapangan menemukan adanya cairan kimia yang mencemari aliran kali. “Iya, dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, air sungai mengalami perubahan warna menjadi kebiruan, tampak berminyak, dan mengeluarkan aroma menyengat. Ribuan ikan dari berbagai jenis ditemukan mati mengambang sejak Senin malam, 9 Februari 2026.

Meski telah ada imbauan, di lapangan masih terlihat sejumlah warga mengambil ikan mati dari sungai. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan yang lebih luas.

“Ini indikasi limbah. Airnya mengalir, tapi ikan tetap mabuk dan mati,” ujar Hendri P Syahputra, Kabid BPKL.

Untuk memastikan penyebab kematian ikan, petugas DLH Kota Tangerang bersama Polres Metro Tangerang Kota telah mengambil sampel air dan ikan di sejumlah titik Sungai Cisadane untuk diuji di laboratorium. Hasil pemantauan awal menunjukkan indikator fisika dan kimia air masih dalam batas normal, namun tingkat kekeruhan tercatat berada di bawah standar yang ditetapkan.

Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap waspada dan menunggu hasil uji laboratorium lanjutan sebelum kembali beraktivitas atau memanfaatkan sumber daya dari Sungai Cisadane.

 

Related News