• 18 February 2026

Tambak Udang Integrated Shrimp Farming Waingapu Dibangun

uploads/news/2026/02/tambak-udang-integrated-shrimp-75405af9f73afe2.jpg

Jagad Tani - Kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tengah dibangun dan dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF). 

Pembangunan tersebut mencakup sarana hulu dan hilir mulai dari intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, hingga pengadaan peralatan dan mesin oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga: Ekspor 2.280 Ton Beras Haji ke Arab

Adapun total luas lahan mencapai kurang lebih 2.150 hektare, dengan nilai investasi yang dialokasikan untuk kegiatan sebesar USD 500 Juta atau sebesar Rp7,2 triliun. 

"Program ini merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat industri perikanan budi daya nasional secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (11/02). 

Menurut Tebe, pembangunan kawasan dirancang sebagai role model pengembangan budi daya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Bahkan target produktivitas yang ditetapkan yakni mencapai 55 ton per hektare per siklus, dengan jumlah produksi sebesar 52.800 ton udang per tahun.  

“Pembangunan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi udang nasional, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan standar akuakultur yang baik (Good Aquaculture Practices), dan berkelanjutan,” terangnya. 

Lokasi pembangunan berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Pada tahap awal, kegiatan konstruksi telah berjalan dengan bantuan puluhan alat berat serta penyerapan tenaga kerja lokal. 

Sementara itu, Kepala Desa Palakahembi, Arif Maramba, mengapresiasi penuh pembangunan kawasan tersebut, serta menyebut proyek ini membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi desa dan penciptaan lapangan kerja baru. 

“Kami optimistis pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi ini akan menjadi penggerak ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Sumba Timur,” pungkasnya.

Related News