1.500 Paket Pangan Murah Singkawang, Jelang Imlek-Ramadhan
Jagad Tani - Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Puasa Ramadhan 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Vihara Budi Mulya, Kamis (12/02).
Sebanyak 1.500 paket pangan disiapkan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas. Paket pangan ini terdiri dari beras premium 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter.
Baca juga: Ekspor 2.280 Ton Beras Haji ke Arab
Bila mengacu pada harga pasar, harga per paket mencapai Rp130.000, akan tetapi harga subsidi yang diberikan Pemprov menjadi Rp90.000 per paket, Pemkot Singkawang menambah subsidi sebesar Rp15.000 per paket. Sehingga masyarakat cukup membayar Rp75.000 untuk setiap paket pangan.
“Di pasaran saat ini harga paket tersebut sekitar Rp130.000. Berkat subsidi dari Pemprov Kalbar menjadi Rp90.000. Kemudian dari Pemkot Singkawang kami subsidi lagi Rp15.000, sehingga warga cukup membayar Rp75.000,” ungkap Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
Selain paket pangan, GPM juga menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah pasaran, antara lain daging ayam, telur ayam, daging sapi, serta komoditas penyumbang inflasi seperti bawang merah dan bawang putih.
Menurut Tjhai Chui Mie, gerakan ini efektif dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga dan inflasi daerah menjelang Imlek dan Ramadhan.
“Sejumlah kebutuhan pokok saat ini mengalami kenaikan harga. Gerakan Pangan Murah ini menjadi upaya nyata untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga serta inflasi,” jelasnya.
Melalui gelaran ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Imlek dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok.
“Semoga yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah ini benar-benar bermanfaat bagi perekonomian masyarakat, sehingga perayaan Imlek dan pelaksanaan ibadah puasa dapat dijalani dengan penuh kebahagiaan dan kekhusyukan,” tukasnya.

