Ikan Senangin, Pangan Bergizi Bernilai Ekonomi Tinggi
Jagad Tani - Ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum) merupakan salah satu jenis ikan perairan pantai dangkal, muara, dan payau, yang cukup dikenal dan diminati oleh masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan perkotaan.
Memiliki ciri khas daging berwarna putih, tekstur lembut, serta rasa gurih alami, sehingga membuatnya cocok untuk diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari digoreng, dibakar, hingga dimasak kuah. Ikan senangin juga termasuk komoditas yang memiliki nilai ekonomis.
Baca juga: Jeruk Kip, Tanaman Serbaguna dan Mudah Dirawat
"Ikan senangin Rp50.000 sekilo, kalau hari biasa," ungkap Bang Ata selaku pemilik Lapak Ikan Bandeng di Pasar Rawa Belong saat ditemui tim Jagad Tani.
Ikan senangin umumnya hidup di perairan laut dangkal, muara, dan wilayah pesisir dengan dasar perairan berlumpur atau berpasir.
Habitat tersebut membuat ikan ini sering tertangkap oleh nelayan menggunakan jaring atau alat tangkap tradisional.
Hasil tangkapan senangin sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim, sehingga ketersediaannya di pasar bisa berfluktuasi.
Dari sisi gizi, ikan senangin mengandung protein hewani yang tinggi (sekitar 18,8% - 16 gr/100 gr), serta nutrisi penting seperti omega-3, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin A, D, dan B1 yang baik untuk kesehatan tubuh.
Kandungan tersebut menjadikan ikan senangin sebagai salah satu sumber pangan laut yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Selain diminati untuk konsumsi rumah tangga, ikan senangin juga memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nelayan dan pedagang ikan.
Rantai distribusi ikan senangin, mulai dari nelayan, pengepul, hingga pasar tradisional, mencerminkan perputaran ekonomi sektor perikanan tangkap yang masih menjadi tumpuan banyak masyarakat pesisir.
Dengan cita rasa yang lezat, nilai gizi yang baik, serta harga yang relatif terjangkau, ikan senangin tetap menjadi salah satu pilihan ikan laut favorit masyarakat.
Keberlanjutan sumber daya ikan senangin pun perlu dijaga melalui praktik penangkapan yang bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

