Kapal Nelayan China Ditangkap di Perairan Jepang
Jagad Tani - Pihak otoritas Jepang mengatakan telah menangkap sebuah kapal nelayan China dan kaptennya. Kapal tersebut berada di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki, dikabarkan mengabaikan perintah untuk berhenti.
Langkah tersebut dinilai bisa meningkatkan ketegangan antara Tokyo dengan Beijing. Pasalnya, pada bulan November lalu, Perdana Menteri Sanae Takaichi membuat marah Tiongkok dengan menyatakan bahwa Jepang akan melakukan intervensi militer jika Beijing berupaya merebut Taiwan dengan kekerasan.
Baca juga: Tambak Udang Integrated Shrimp Farming Waingapu Dibangun
Mengutip NHK World, Badan Perikanan Jepang mengatakan bahwa kapal patrolinya pada Kamis (12/02) mendapati kapal tersebut ada di ZEE Jepang, sekitar 165 kilometer barat daya Pulau Meshima di Kota Goto, Prefektur Nagasaki.
Melalui badan tersebut, ditambahkan bahwa para petugasnya menyita kapal setelah mengabaikan perintah untuk berhenti guna pemeriksaan.
Mereka menahan kapten kapal yang berusia 47 tahun asal Cina karena dicurigai melanggar undang-undang tentang hak kedaulatan terkait operasi penangkapan ikan.
"Kapten kapal diperintahkan untuk berhenti agar diperiksa oleh inspektur perikanan, tetapi kapal tersebut gagal mematuhinya dan melarikan diri. Akibatnya, kapten kapal itu ditangkap pada hari yang sama," demikian bunyi pernyataan badan perikanan Jepang, dilansir dari AFP, Jumat (13/02).
Badan Perikanan juga mengatakan kapal itu bisa menangkap ikan dalam jumlah besar seperti ikan kembung dan ikan makerel. Adapun awal kapal itu membawa 11 orang, termasuk kapten.
Diduga kapal itu mungkin memasuki ZEE Jepang untuk melakukan penangkapan ikan ilegal. Pihaknya belum mengungkapkan apakah kapten kapal mengakui tuduhan tersebut, dengan alasan hal itu dapat memengaruhi penyelidikan.
Menurut Badan Perikanan, ini adalah penyitaan kapal asing pertama pada tahun 2026 dan penyitaan kapal penangkap ikan Cina pertama sejak tahun 2022.
China juga memiliki sejumlah sengketa teritorial dengan Jepang, dan telah terjadi insiden berulang di sekitar Kepulauan Senkaku, yang dikenal sebagai Diaoyu di China.
Penangkapan kapten kapal nelayan China lainnya terjadi pada tahun 2010 di lepas pantai pulau-pulau tersebut di Laut China Timur, dan menjadi insiden diplomatik besar antara kedua negara.

