• 18 February 2026

Jumlah Produksi Jagung Pangan Terus Alami Peningkatan

uploads/news/2026/02/jumlah-produksi-jagung-pangan-848101f8b477a80.jpeg

Jagad Tani - Peningkatan produksi jagung pakan terus menunjukkan tren positif dalam mendukung kebutuhan industri pangan nasional, sekaligus memperkuat pasokan dalam negeri. Hal ini juga menjadi bagian dari target swasembada jagung tahun 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Ditopang surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan perhitungan neraca pangan nasional.

Baca juga: Tambak Udang Integrated Shrimp Farming Waingapu Dibangun

Adapun harga pembelian di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram. Selama ini, jagung nasional didominasi oleh pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging, sehingga pemanfaatannya untuk bahan baku industri pangan domestik dinilai masih kurang, utamanya dalam peningkatan nilai tambah komoditas jagung.

Kebutuhan jagung pangan untuk industri nasional diperkirakan mencapai sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan turunan pangan. Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berdaya pati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia. Bahkan pihak Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.

“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujar Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Tiurmauli Silalahi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan jika pengembangan jagung pangan sangat memungkinkan, karena didukung oleh teknologi pengolahan yang semakin maju.

“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” tuturnya.

Melalui strategi tersebut, menurutnya, mampu menempatkan jagung sebagai komoditas strategis. Tidak hanya sebagai penopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Related News