• 25 February 2026

5 Makna Imlek di Tahun Kuda Api Buat Sahabat Tani

uploads/news/2026/02/lima-pemaknaan-imlek-di-876589c62cf1298.jpeg

Jagad Tani - Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Tahun Shio Kuda Api menjadi momentum penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, ya Sahabat Tani. Pasalnya, di dalam siklus kalender Tionghoa, Kuda Api muncul setiap 60 tahun sekali dan terakhir terjadi pada tahun 1966.

Sebab, Shio ini dikenal membawa energi tinggi, keberanian, serta dorongan kuat untuk bertindak dan berkembang.

Berikut merupakan lima hal yang bisa dimaknai pada saat Imlek di Tahun Kuda Api yang bisa menjadi motivasi bagi Sahabat Tani yang bergerak di sektor tersebut:

Baca juga: Produksi Kakao Naik, Ekspor Tembus US$2,65 Miliar

1. Momentum Ekspansi dan Keberanian Mengambil Risiko

Shio Kuda melambangkan keberanian dan kecepatan dalam mengambil keputusan. Hal ini tentunya sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha tani, ternak, dan perikanan untuk berani memperluas pasar dan skala produksi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja per Agustus 2024 sebanyak 144,64 juta orang. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 28,18% tenaga kerja nasional atau sekitar 40,75 juta orang, sehingga menjadikannya sebagai sektor strategis yang memiliki ruang ekspansi besar di berbagai daerah. 

2. Dorongan Inovasi dan Modernisasi Usaha

Unsur api dalam Shio Kuda Api melambangkan transformasi. Di sektor usaha pangan, hal ini bisa diterapkan dalam peningkatan teknologi seperti mekanisasi pertanian, sistem biosekuriti peternakan, serta budidaya perikanan berbasis kontrol kualitas air seperti Bioflok ataupun sistem Ras.

Bahkan penerapan teknologi modern bisa mempermudah pekerjaan, sehingga lebih efisien jika dibandingkan metode tradisional, misalnya lewat penerapan teknologi seperti rumah kaca (greenhouse), irigasi tetes (drip irrigation) terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan fluktuasi harga pakan maupun pupuk.

3. Kerja Keras dan Ketahanan Menghadapi Tantangan

Seperti yang kita tahu selama ini, kuda memang dikenal sebagai simbol ketekunan dan daya tahan. Makna ini tentunya relevan di tengah tantangan global seperti kenaikan biaya produksi, cuaca ekstrem, dan gangguan rantai pasok.

Menghimpun dari BPS, bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi penopang ekonomi nasional saat krisis, termasuk pada masa pandemi Covid-19, sektor ini mencatatkan pertumbuhan positif dibanding sektor lainnya. Bahkan pada tahun 2020, ekspor produk perikanan Indonesia tumbuh positif sebesar 5,7% (USD 5,2 miliar), dan ekspor pertanian tumbuh 8,73%.

4. Penguatan Usaha Berbasis Komunitas dan Keluarga

Imlek identik dengan kebersamaan dan keharmonisan keluarga. Di dunia usaha pangan, hal ini tercermin pada dominasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis keluarga, khususnya di pertanian, peternakan rakyat, dan perikanan tangkap skala kecil.

UMKM pangan tercatat mendominasi lebih dari 90% unit usaha di sektor ini. UMKM juga menjadi tulang punggung sekaligus penggerak ekonomi lokal dan berkontribusi sekitar 61% atau setara Rp9.580 triliun pada tahun 2023 terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

5. Keseimbangan antara Pertumbuhan dan Keberlanjutan

Energi api yang kuat dalam Shio Kuda Api juga menjadi pengingat pentingnya pengendalian diri. Pertumbuhan usaha juga perlu diimbangi dengan prinsip keberlanjutan, seperti pengelolaan lahan yang bijak, menjaga kesehatan hewan ternak, serta praktik usaha perikanan yang ramah lingkungan (jika menjaring ikan tidak menggunakan pukat harimau, menggunakan racun, atau bahkan menggunakan bom ikan).

Sebab, degradasi lingkungan secara langsung bisa berdampak pada penurunan produktivitas usaha pangan, sehingga keberlanjutan usaha menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing jangka panjang.

Nah, Sahabat Tani, itulah lima hal yang barakali bisa kita dimaknai pada saat perayaan Imlek di Tahun Kuda Api agar bisa menjadi motivasi, sekaligus momentum kita untuk merefleksikan diri dalam usaha pertanian, peternakan, dan perikanan. Karena keberanian, kerja keras, inovasi, dan keseimbangan menjadi kunci supaya sektor ini terus tumbuh dan tetap menjadi fondasi ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

Related News