• 21 February 2026

Petani Ciamis Panen Dini, Pasca Tanggul Jebol

uploads/news/2026/02/petani-ciamis-harus-panen-3232429130881dd.jpeg

Jagad Tani - Petani di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpaksa harus memanen padi lebih awal setelah banjir kembali melanda wilayah tersebut akibat luapan Sungai Citalahab.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 200 hektare lahan persawahan milik petani terendam banjir dan berisiko mengalami gagal panen. Banjir terjadi pada Senin malam (16/02) setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai sejak sore hingga malam hari.

Baca juga: Otoritas India Temukan McDonald’s Berbahan Tidak Layak

Debit air yang meningkat drastis menyebabkan Sungai Citalahab meluap dan kembali menjebol tanggul yang sebelumnya masih dalam penanganan sementara. Akibatnya, genangan air merendam permukiman warga serta area pertanian di Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan banjir ini merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir setelah peristiwa serupa terjadi pada 9 Februari lalu.

“Luapan Sungai Citalahab kembali menjebol tanggul yang sedang ditangani sementara, sehingga merendam kembali pemukiman dan area persawahan warga,” ujar Ani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/02).

Di Desa Bangunsari, banjir merendam 260 rumah di Dusun Kubangsari dengan total terdampak 282 kepala keluarga atau 831 jiwa. Selain itu, sekitar 200 hektare sawah dengan usia tanam padi sekitar 80 hari terendam, sehingga petani memilih memanen lebih awal untuk meminimalkan kerugian.

Sementara itu, di Desa Sukahurip, banjir menggenangi sedikitnya 69 rumah di Dusun Sambungjaya dan Kertajaya. Tanggul Sungai Citalahab di Dusun Kertajaya dilaporkan jebol dengan lebar sekitar 18 meter dan tinggi enam meter, menyebabkan genangan meluas ke permukiman dan lahan pertanian.

BPBD Ciamis mengevakuasi 164 warga Desa Bangunsari ke lokasi pengungsian di Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.

Upaya penanganan darurat dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, aparat desa, dan relawan. Selain evakuasi, petugas juga melakukan pembersihan rumah warga serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy untuk percepatan perbaikan tanggul.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.

Related News