• 23 February 2026

Menjemput Rezeki dari Tenangnya Danau Cilala

Jagad Tani - Ahmad Sodikin, salah seorang petani ikan hias asal Jampang yang membudidayakan ikan di Danau Cilala, menjadikan perairan danau sebagai tumpuan utama penghidupannya. Setiap hari, sejak selepas subuh, ia sudah memulai aktivitas mencari pakan berupa cacing sutra sebelum kembali ke danau untuk memberi makan ikan-ikannya hingga sore hari.

“Kalau dari pagi sampai sore fokus di danau. Pagi kasih cacing sutra, sore pelet,” ujar Ahmad saat ditemui tim Jagad Tani di lokasi budidayanya.

Baca juga: Mempertahankan Peluang Budidaya di Tengah Badai Penurunan

Selain beraktivitas sebagai petani ikan hias, Ahmad juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Selepas maghrib, ia mengajar mengaji keponakan dan warga sekitar di rumahnya, lalu melanjutkan mengajar bapak-bapak di mushola setelah isya. Rutinitas tersebut ia jalani setiap hari berdampingan dengan pekerjaannya sebagai pembudidaya ikan hias.

Menurut Ahmad, masa panen ikan hias relatif lebih cepat dibanding ikan konsumsi. Dalam kurun waktu satu hingga satu setengah bulan, ikan hias sudah dapat dipanen. “Alhamdulillah, sejauh ini cukup untuk menghidupi keluarga,” katanya.

Ia memilih sistem keramba jaring apung atau running karena dinilai lebih baik untuk sirkulasi air dan kesehatan ikan. Namun, tantangan terbesar datang saat musim hujan. Ketika hujan deras, Ahmad harus siaga di danau untuk mengantisipasi kenaikan air yang berisiko merendam keramba dan membuat ikan lepas.

“Kalau hujan deras, kadang tengah malam kita harus turun ke danau buat nyelametin ikan. Terutama ikan mas koki, itu lebih rentan mati di musim hujan,” jelasnya.

Ahmad mengungkapkan, keramba yang digunakan sebagian dibuat sendiri dengan bantuan tukang jahit khusus. Untuk ukuran standar 5x3 meter, ia hanya membutuhkan empat bambu penyangga di setiap sudut. Bahkan ia telah mengembangkan usahanya dari awalnya tiga hingga lima keramba, menjadi sekitar 15 keramba aktif.

“Kalau running lebih banyak, muterin ikannya lebih gampang. Pertumbuhan juga lebih cepat,” ujarnya.

Keberadaan Danau Cilala yang relatif bebas limbah menjadi faktor penting keberhasilan budidaya ikan hias. Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga. Karena itu, Ahmad mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan danau.

“Saya mohon kesadaran semua warga untuk tidak buang sampah ke danau. Kita sama-sama jaga lingkungan ini, karena banyak petani ikan di sini yang menggantungkan hidupnya dari danau,” tuturnya.

Ahmad juga mendorong warga yang tinggal di sekitar danau untuk memanfaatkan potensi perairan secara bijak. Menurutnya, budidaya ikan hias di danau dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Related News