• 26 February 2026

Produk UMKM Pangan Lokal Hadir di KAI

uploads/news/2026/02/produk-umkm-pangan-lokal--448496f4963216b.jpg

Jagad Tani - Perjalanan dengan kereta api kini semakin nikmat dengan hadirnya aneka kuliner lokal dari pelaku UMKM. Sebanyak enam produk pangan UMKM resmi mengisi etalase kuliner di layanan kereta api PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Peluncuran produk dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso Busan bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau gerbong kereta Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang, Selasa (24/02) lalu, di Stasiun Gambir.

Baca juga: Kasus Minyakita: Perusahaan Pelanggar Sudah Ditindak

“Hari ini kami meluncurkan produk-produk UMKM yang sekarang sudah tersedia di layanan kereta api. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT KAI dan PT KAI Services, serta Kementerian Perhubungan untuk memfasilitasi produk-produk UMKM kita masuk kereta api,” ujar Budi Santoso.

Keenam produk kuliner yang kini bisa dinikmati penumpang adalah Pempek Crunchy, Kulit Ayam Crispy, Tahu Walik, Keripik Singkong Panggang, Stik Keju Ulir, dan Minuman Jahe Rempah.

Produk-produk tersebut merupakan hasil kurasi ketat dari 50 produk unggulan yang mengikuti proses penjajakan bisnis (business matching) pada 30 September 2025. Seluruhnya telah melalui pembinaan menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas rasa, desain kemasan, standar keamanan pangan, hingga kesesuaian dengan layanan transportasi publik.

Empat produk kini tersedia di kereta restorasi pada 15 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) seperti Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Jayabaya, dan Majapahit.

Sementara itu, dua produk lainnya dipasarkan di Loko Café yang berada di Stasiun KCIC Halim, Stasiun Tugu, Stasiun Bandung, serta Stasiun Malioboro.

Budi Santoso menjelaskan, kehadiran produk UMKM di kereta api membuka akses ke captive market yang besar. Saat ini terdapat 15 jalur kereta intercity dengan total volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun. Jumlah ini meningkat signifikan saat momen Lebaran seiring lonjakan arus mudik.

Baca juga: Arang Tempurung Awunio Ekspor Perdana ke China

Menurutnya, ekosistem stasiun dan layanan di atas kereta merupakan peluang strategis untuk memperluas pasar produk lokal.

“Kemendag akan terus membantu agar produk UMKM kita semakin dikenal masyarakat, salah satunya dengan menyasar para penumpang kereta api,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berharap produk UMKM tidak hanya hadir di kereta api, tetapi juga diperluas ke moda transportasi lain seperti bus, kapal, serta fasilitas di stasiun, pelabuhan, dan bandara.

"Kami berharap produk-produk UMKM juga dapat dipasarkan di moda transportasi lain, seperti bus, kapal kemudian juga di berbagai stasiun, pelabuhan, hingga bandara,” ujar Dudy.

Adapun Sri Widiana (Ana), pemilik UMKM jenama Olasing, mengaku bangga produknya bisa menembus jaringan bisnis KAI. Ia berharap kerja sama ini berkelanjutan dan produknya semakin dikenal luas.

“Saya mendapat pengalaman baru dengan masuk ke jaringan PT KAI. Semoga produk saya bisa menjadi unggulan, bisa terus berlanjut (di PT KAI), dan semakin banyak orang yang bisa membeli dari mana-mana,” terangnya.

Antusiasme juga datang dari penumpang. Alifta, penumpang tujuan Malang, mengaku tertarik mencoba camilan lokal tersebut sebagai alternatif makanan ringan selama perjalanan. “Wah, saya tertarik sih mencoba camilan lokal. Daripada beli makanan berat, mending camilan-camilan saja,” ujarnya.

Baca juga: Lima Brand Kurma Premium Ajwa Sampai Medjool

Senada dengan Alifta, Suryono, penumpang tujuan Yogyakarta, mendukung hadirnya lebih banyak produk lokal di kereta api agar penumpang memiliki lebih banyak pilihan. “Saya dukung itu (produk-produk lokal yang masuk ke kereta). Kalau banyak produk bisa hadir di KAI, saya pikir banyak orang yang tertarik juga," ucapnya.

Dengan hadirnya enam camilan UMKM ini, tentu perjalanan di dalam kereta api bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga menjadi ruang promosi dan apresiasi bagi pegiat panganan lokal.

Related News