Industri Kendaraan Pick-Up Perkuat Rantai Pasok
Jagad Tani - Industri otomotif nasional dinilai semakin siap mendukung sektor pertanian dan peternakan melalui pengembangan kendaraan komersial jenis pick-up yang sesuai dengan kebutuhan usaha di dalam negeri.
Selama ini, platform kendaraan pick-up yang dikembangkan di Indonesia bahkan telah berevolusi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV) yang kini diproduksi secara penuh (fully manufactured) dan digunakan luas oleh masyarakat.
Baca juga: Pengawasan Harga Pangan Ramadan di Pasar Diperketat
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang berdiri sejak 1969, terus mempelajari dan menyesuaikan perkembangan industri otomotif dengan kebutuhan berbagai sektor, termasuk sektor agribisnis.
Awalnya, konversi kendaraan pick-up menjadi MPV dilakukan melalui kerja sama dengan industri karoseri (body builder). Kini, pengembangan tersebut telah dilakukan langsung oleh pabrikan sehingga menghasilkan produk yang lebih matang dan sesuai kebutuhan pasar.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi untuk menyesuaikan platform kendaraan komersial guna memenuhi beragam kebutuhan usaha, termasuk distribusi hasil pertanian dan peternakan.
"Kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial didalam negeri,” ujarnya.
Kendaraan pick-up memiliki peran vital dalam mendukung rantai pasok hasil tani dan ternak, mulai dari pengangkutan pupuk, pakan, bibit, hingga distribusi hasil panen dan produk peternakan ke pasar.
Dengan karakteristik jalan di berbagai wilayah sentra produksi yang beragam, kendaraan pick-up produksi dalam negeri dinilai telah dirancang sesuai kondisi geografis dan kebutuhan operasional petani serta peternak.
Saat ini, GAIKINDO mencatat 61 perusahaan otomotif sebagai anggota. Untuk segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan, antara lain, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia, PT Sokonindo Automobile, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, serta PT Astra Daihatsu Motor.
Secara total, kapasitas produksi kendaraan pick-up nasional mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Kapasitas ini diyakini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk untuk mendukung aktivitas ekonomi di sektor pertanian dan peternakan yang tersebar di berbagai daerah.
Jika seluruh kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri dipenuhi oleh industri nasional, dampaknya dinilai akan signifikan terhadap perekonomian. Satu unit mobil terdiri atas lebih dari 20.000 komponen, menggunakan berbagai bahan baku seperti baja, kaca, karet, plastik, dan kain.
Komponen-komponen tersebut diproduksi dan dirakit oleh ribuan perusahaan dalam negeri, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta melibatkan jutaan tenaga kerja. Secara keseluruhan, industri otomotif nasional mencakup sekitar 1,5 juta pekerja dalam rantai industri hulu hingga hilir (backward linkage dan forward linkage).
GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) pun berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional.
Langkah tersebut diyakini tidak hanya memperkuat industri otomotif, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi dan produktivitas sektor pertanian dan peternakan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
"Kesempatan untuk memenuhi kebutuhan atas kendaraan-kendaraan komersial tersebut, dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri yang tersedia serta memastikan keberlanjutan keterlibatan tenaga kerja," tukasnya.
