• 5 March 2026

Kemenhut Mulai Reforestasi Areal Bekas Sawit TNTN

uploads/news/2026/03/areal-bekas-sawit-tntn--80041891433119d.jpeg

Jagad Tani - Pemulihan ekosistem hutan sebagai rumah bagi habitat Gajah Sumatra di Provinsi Riau, melalui program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) akhirnya dimulai.

Diluncuran langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni pada Selasa (03/03) lalu. Tahap awal pemulihan di tahun 2026, difokuskan pada areal seluas 2.574 hektare. Sementara itu, total target pemulihan hingga tahun 2028 mencapai 66.704 hektare.

Baca juga: Pengawasan Harga Pangan Ramadan di Pasar Diperketat

Pada saat peluncuran, penanaman perdana dilakukan di areal bekas sawit seluas sekitar 400 hektare dengan 2.000 bibit tanaman hutan.

“Kita tidak bisa menunda lagi upaya pemulihan. Tesso Nilo adalah habitat penting bagi Gajah Sumatera dan berbagai satwa lainnya. Jika kita tidak bergerak sekarang, maka kita mempertaruhkan masa depan ekosistem Sumatera bagian tengah,” tegas Menhut Raja Juli Antoni.

Reforestasi ini merupakan tindak lanjut penertiban dan pengembalian fungsi kawasan hutan yang selama ini sudah beralih fungsi lahan, dengan target, pemusnahan tanaman sawit secara bertahap dan penggantian dengan tanaman hutan yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Menurut Raja Juli, program ini disusun berbasis kajian ilmiah dengan melibatkan berbagai institusi riset dan akademisi, sehingga jenis tanaman yang ditanam benar-benar mendukung ketersediaan pakan dan habitat satwa liar.

“Pemulihan ini dibangun di atas fondasi ilmiah yang kuat. Kita memastikan jenis yang ditanam memiliki fungsi ekologis, menjadi sumber pakan sekaligus naungan bagi satwa, khususnya Gajah Sumatera,” sambungnya.

Selain pendekatan ekologis, juga harus diperkuat oleh aspek tata kelola melalui penegakan hukum, pendekatan restorative justice, relokasi masyarakat secara persuasif dan bertahap, pembenahan status lahan agar clear and clean, serta partisipasi masyarakat.

“Reforestasi ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah komitmen bersama untuk mengembalikan keseimbangan alam dan memastikan anak cucu kita tetap mewarisi hutan yang lestari,” tutupnya.

 

Related News