• 6 March 2026

Ekspor Perdana Beras untuk Jamaah Haji Diluncurkan

uploads/news/2026/03/ekspor-perdana-beras-untuk-80716c2391545f3.jpeg

Jagad Tani - Ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak kurang lebih 2.280 ton ke Arab Saudi. Pelepasannya dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gudang Perum Bulog, Rabu (04/03).

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita. Stok kita hari ini 3,7 juta ton dan di bulan Maret itu terbesar sepanjang sejarah stok kita di bulan Maret. Nah ini kita ekspor. Kita sudah menjajaki beberapa negara Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia dan Filipina,” ujar Amran.

Baca juga: Kemenhut Mulai Reforestasi Areal Bekas Sawit TNTN

Menurutnya, volume ekspor tahap awal ini mencapai 2.280 ton dengan nilai 38 milyar, guna memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras. Ekspor perdana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Ke depan, potensi pasarnya bahkan dinilai bisa lebih besar karena mencakup jamaah umrah dan mukimin Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun. Adapun kebutuhan beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai 20 ribu hingga 50 ribu ton per tahun.

“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan jika beras yang dikirim merupakan beras CBP Premium dengan standar kualitas tinggi.

"Beras haji ini adalah beras yang kita berikan adalah beras yang terbaik dengan kualitas premium pecahannya 5%, kadar airnya di bawah 14%. Nah selama ini kan kalau beras premium di Indonesia adalah pecahannya 15% ini pecahannya 5%." tukas Ahmad Rizal.

Produksi dilakukan melalui empat fasilitas pengolahan, yakni Wilmar Serang, Wilmar lainnya, serta unit pengolahan Bulog di Karawang dan Subang. Pengiriman dijadwalkan mulai 7 Maret 2026, dengan dukungan pelayaran internasional dan pengapalan nasional, termasuk armada Hyundai dan perusahaan pelayaran dalam negeri.

 

Related News