• 6 March 2026

Isu Lonjakan Harga Ramadan, Pasar Kopro Disidak

uploads/news/2026/03/isu-lonjakan-harga-ramadan--174587e9f1ebec5.jpeg

Jagad Tani - Setelah munculnya isu kenaikan harga daging dan sejumlah bahan pangan di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan langsung mengecek Pasar Kopro (Tomang Barat), Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan. 

Berdasarkan hasil pantauan tersebut, harga daging sapi di pasar tercatat di kisaran Rp140.000 per kilogram (kg). Sementara itu, khusus untuk bagian has dalam (tenderloin), harganya berkisar Rp150.000–170.000 per kg, sedangkan daging sop dengan kandungan lemak sekitar 15% diperdagangkan sekitar Rp120.000 per kg.

Baca juga: Kemenhut Mulai Reforestasi Areal Bekas Sawit TNTN

Adapun Harga Acuan Penjualan (HAP) daging sapi berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, hanya mengatur bagian daging sapi tertentu yaitu daging segar/chilled paha depan ditetapkan Rp130.000 per kg dan paha belakang Rp140.000 per kg. 

Sementara itu, harga daging ayam ras berada pada rentang Rp38.000–45.000 per kg, telur ayam ras sekitar Rp31.000 per kg, dengan perbedaan harga antar pedagang 

“Dari hasil pengecekan, harga daging sapi di Pasar Kopro berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Memang terdapat variasi pada bagian tertentu, namun itu dipengaruhi kualitas dan jenis potongan,” ujar Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sulistiyorini. 

Menurut Pendy, salah seorang pedagang daging sapi, menuturkan bahwa harga Rp140.000 per kg merupakan harga standar untuk kualitas umum yang paling banyak diminati pembeli.

“Harga Rp140 ribu itu biasa. Kalau yang kualitas lebih bagus memang bisa Rp160 ribu. Tapi yang Rp140 ribu ini paling standar dan paling laku,” ungkapnya.

Sedangkan dari komoditas ayam, Benny, pedagang daging ayam, menyampaikan bahwa harganya mengalami penyesuaian, dan mengalami penurunan jika dibandingkan hari sebelumnya.

“Saya jual Rp38.000 per kilo. Kemarin masih Rp40.000, hari ini turun Rp2.000,” jelasnya.

Sementara itu, dari komoditas telur, Toko Lucky juga menyampaikan adanya tren penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

“Dua hari lalu masih Rp33.000, sekarang sudah Rp31.000. Semoga bisa terus turun sampai Lebaran. Biasanya mendekati Lebaran orang bikin kue, kalau bisa di bawah Rp30.000 biar pelanggan tidak komplain,” ujar perwakilan Toko Lucky.

Di kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Industri dan Perdagangan (Kasubdit Indag) Polda Metro Jaya, AKBP Muh. Ardila Amry, menjelaskan jika pengawasan akan terus dilakukan secara berkala di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan ketersediaannya aman bagi masyarakat. Kami juga mengingatkan para pedagang maupun distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan atau memainkan harga yang dapat merugikan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” tukasnya.

 

Related News