Udang Vannamei Maluku Tengah Tembus Pasar China
Jagad Tani - Sebanyak 1.099 ton udang vannamei (Litopeneaus vannamei) berhasil di ekspor oleh PT Wahana Lestari Investama dari Desa Opin, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah dengan tujuan Tiongkok menggunakan kapal angkut Fu Yuan Yu Yuan 993.
Sebelumnya, pengawasan pemuatan ekspor dilakukan oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Laut Kobisadar. Berlangsung sejak 2-3 Maret, meliputi pemeriksaan dokumen ekspor, pemeriksaan fisik barang, pengecekan kemasan, dan pemeriksaan organoleptik di lapangan.
Baca juga: Ekspor Perdana Beras untuk Jamaah Haji Diluncurkan
Langkah ini dilakukan, guna memastikan komoditas yang dikirim telah memenuhi standar kesehatan, mutu, dan persyaratan teknis negara tujuan, sampai akhirnya dikirim pada Rabu (04/03) lalu.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku Willy Indra Yunan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengawasan ketat ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kualitas dan reputasi produk perikanan Maluku di pasar global.
“Setiap komoditas yang diekspor wajib melalui tahapan pemeriksaan sesuai prosedur. Kami memastikan udang vannamei yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan, sehingga dapat diterima di negara tujuan tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Ekspor ini juga menjadi indikator positif pertumbuhan sektor perikanan di Maluku, untuk mendorong pelaku usaha agar terus menjaga standar mutu dan kepatuhan terhadap regulasi karantina.
“Produk hasil perikanan Indonesia, khususnya udang vannamei, masih menjadi komoditas primadona di pasar ekspor, terutama ke China. Tingginya permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut mendorong peningkatan aktivitas ekspor dari Maluku, termasuk dari wilayah Pulau Seram,” pungkasnya.
