• 14 March 2026

Inovasi Panen Berulang Dari Demplot Padi Kolaka

uploads/news/2026/03/inovasi-panen-berulang-dari-30005079b22efe5.jpg

Jagad Tani - Penguatan ketahanan pangan masyarakat, diwujudkan melalui program Demplot Padi Berkelanjutan oleh  PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, agar menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.

CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa program demplot ini merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan, yang juga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat. 

Baca juga: Kelompok Masyarakat NTB Terima Akses Kelola Hutan

“Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa siang (10/03).

Program ini menurutnya menjadi contoh, bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dapat menciptakan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.

Melalui integrasi riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, program demplot ini, diharapkan bisa adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. 

Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas masing-masing metode budidaya.

Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.

Bahkan melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu mengurangi biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50%.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, mengapresiasi dukungan yang telah diberikan PT Vale. Menurutnya, jika semua perusahaan tambang dapat mendukung program ketahanan pangan, maka bisa dipastikan target pemerintah untuk swasembada pangan dapat terwujud. 

“Tentunya apresiasi tinggi diberikan, dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikutinya khususnya di sektor pertambangan, perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam tapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya. 

Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton, menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.

Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton, yang merupakan gabungan hasil dari enam varietas yang diuji.

Adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka memberikan indikasi kuat bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dan seleksi varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, menyampaikan bahwa pendekatan pertanian organik memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi.

“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” ujarnya.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di sektor pertanian yang telah dijalankan sejak 2021 ini, hingga Oktober 2025, telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.

Related News