• 14 March 2026

5,9 Miliar Mata Benih Tebu Untuk Swasembada

uploads/news/2026/03/5-9-miliar-mata-benih-3152714c16f32e7.jpeg

Jagad Tani - Demi mempercepat swasembada gula nasional, Pada tahun 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penyaluran bantuan sebanyak 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare yang akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh Indonesia.

Hak tersebut merupakan bagian dari strategi dalam memperkuat areal tebu sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan gula nasional secara berkelanjutan.

Baca juga: Ikan Impor yang Masuk Indonesia Wajib Terverifikasi

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/03).

Menurutnya, target produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring dengan perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani, setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten.

Dalam keterangannya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyatakan bahwa ketersediaan benih unggul merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu di tingkat pekebun.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” terang Roni.

Ditambahkan pula jika Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun agar proses penyaluran benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Sehingga dengan adanya penguatan benih serta perluasan pengembangan tebu rakyat, maka produksi gula diharapkan bisa terus meningkat. Selain memperkuat pasokan gula dalam negeri, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

Related News