• 14 March 2026

Sektor Perikanan Kepulauan Tanimbar Capai Rp834 miliar

uploads/news/2026/03/sektor-perikanan-kepulauan-tanimbar-57163a8260c2f27.jpg

Jagad Tani - Melalui data dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), nilai lalu lintas komoditas perikanan dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp834 miliar. 

Berdasarkan data karantina tersebut, lalu lintas komoditas perikanan di Kepulauan Tanimbar tercatat cukup signifikan, yakni sebanyak 213.103 ekor ikan hidup serta 3.324 ton ikan non-hidup yang dilalulintaskan ke berbagai daerah.

Baca juga: Ikan Impor yang Masuk Indonesia Wajib Terverifikasi

Melalui keterangannya, Kepala Karantina Maluku Willy Indra Yunan, mengatakan jika dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan pelayanan karantina di Kepulauan Tanimbar yang memiliki potensi besar di sektor perikanan.

“Sinergi antara karantina dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga kesehatan media pembawa serta mendukung pengembangan potensi komoditas daerah agar dapat dilalulintaskan secara aman,” terang Willy.

Ditambahkan pula bahwa pengawasan karantina dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit ikan yang dapat mengancam produksi perikanan, seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV), Viral Nervous Necrosis (VNN), dan Megalocytivirus.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat. Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki potensi komoditas unggulan yang cukup besar, khususnya di sektor perikanan dan perkebunan.

"Ada beberapa komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan hingga pasar ekspor, antara lain kepiting bakau, ikan kerapu, dan rumput laut. Dengan dukungan karantina, kami optimistis potensi komoditas daerah dapat terus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” tukasnya.

Related News