• 14 March 2026

Naikkan Harga Secara Sepihak, Distributor Kembalikan Harga

uploads/news/2026/03/naikkan-harga-secara-sepihak--854900d8b38e457.jpg

Jagad Tani - Adanya kenaikan secara sepihak harga daging sapi karkas menjadi kisaran Rp 110.000 per kilogram (kg) oleh salah satu distributor mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki, membuat pemerintah melakukan intervensi harga, sehingga diturunkan kembali menjadi Rp 107.000 per kg sampai Idulfitri mendatang.

Menurut pengelola RPH Sinar Mulya Tengki, yakni Ibnu Abbas, pihaknya mengaku telah memberi teguran kepada mitra distributor yang menaikkan harga tersebut, dipastikan harga daging sapi di tingkat distributor telah dikembalikan seperti sebelumnya. 

Baca juga: Sektor Perikanan Kepulauan Tanimbar Capai Rp834 miliar

"Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 (Maret) malam, harga sudah turun menjadi Rp 107.000 per kilogramnya, (dalam bentuk) karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai hari raya nanti," ujar Ibnu Abbas.

Bahkan Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bad and Pangan National (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mewanti-wanti pelaku usaha sektor pangan yang menaikkan harga dalam momen Ramadan sampai Idulfitri, terutama daging sapi yang banyak diminati oleh masyarakat.

"Harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat. Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedloter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur," terangnya.

Sementara untuk, sebelum Ramadan harga daging sapi sempat bertengger di Rp 143.048 per kg pada 15 Februari lalu. Namun per 11 Maret mulai menurun 1,64% menjadi Rp 140.698 per kg.

Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) keluaran Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah daerah dengan penurunan IPH daging sapi justru semakin meningkat pada pekan pertama Maret 2026, yakni sebanyak 48 kabupaten/kota.

Capaian itu merupakan jumlah daerah dengan penurunan IPH daging sapi paling besar dalam sebulan terakhir. Ini karena pada pekan kedua sampai keempat Februari masing-masing hanya sebanyak 25, 22, dan 19 kabupaten/kota saja.

Di bulan Maret, pihak Bapanas memproyeksikan kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap daging sapi/kerbau di kisaran 65,8 ribu ton, dengan proyeksi ketersediaan daging sapi/kerbau secara nasional sampai Maret berada di angka 226 ribu ton. 

Related News