Indonesia dan Malaysia Bahas Hubungan Dagang
Jagad Tani - Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin di Taguig, Filipina, guna membahas peningkatan hubungan perdagangan kedua negara.
“Indonesia menyambut baik momentum positif hubungan perdagangan bilateral dengan Malaysia yang mencerminkan kuatnya keterlibatan ekonomi kedua negara,” ujar Roro.
Baca juga: Serapan Bulog Jabar Capai 125Ribu Ton
Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan kedua negara mencapai USD 24,22 miliar pada 2025. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat mencapai USD 13,09 miliar, sedangkan impor dari Malaysia sebesar USD 11,12 miliar.
Ditambahkan pula jika Malaysia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Pada 2025, Malaysia tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar ke-6 Indonesia dan sumber impor terbesar ke-5 bagi Indonesia.
Selain membahas peningkatan perdagangan bilateral, juga membahas Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional.
Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan yang berorientasi ke masa depan, serta dapat memperkuat perdagangan berbasis aturan serta integrasi ekonomi kawasan.
Sebagai sesama negara anggota ASEAN sekaligus pihak dalam CPTPP, Indonesia berharap dapat terus menjalin koordinasi dengan Malaysia agar prosesnya dapat berjalan secara konstruktif, transparan, dan mendukung integrasi ekonomi kawasan.
Dalam pembahasan perdagangan kawasan perbatasan, Indonesia menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Malaysia dalam meratifikasi Border Trade Agreement (BTA) 2023. Saat ini, Indonesia berada pada tahap akhir proses ratifikasi melalui Peraturan Presiden RI yang tengah menunggu penandatanganan Presiden RI.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga menegaskan untuk mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas di Entikong-Tebedu guna memperlancar arus perdagangan. Saat ini, Indonesia tengah menyiapkan fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung operasional Entikong International Cargo Terminal (ICT).
"Kehadiran Indonesia dalam perjanjian perdagangan berstandar tinggi tersebut, akan makin memperkuat peran negara-negara ASEAN dalam arsitektur perdagangan kawasan," tukas Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin.
