• 17 March 2026

Hadapi Musim Kemarau dengan Beras Adaptif

uploads/news/2026/03/hadapi-musim-kemarau-dengan-63574b60aa37a4f.jpg

Jagad Tani - Pemanfaatan varietas padi yang adaptif, guna mengantisipasi potensi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada tahun 2026, bisa dilakukan sebagai langkah antisipatif.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Baca juga: Pemerintah Dorong Kemajuan Hilirisasi Pertanian

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat di sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur.

Selain itu, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua juga diprediksi akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

Adapun langkah antisipatif yang bisa diambil, dimulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan sistem peringatan dini (early warning system), optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi dan perpipaan, serta percepatan tanam di berbagai sentra produksi.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry menjelaskan bahwa berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan telah dirakit, agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas sekaligus memiliki umur panen yang relatif singkat.

“Varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok Inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas,” terang Fadjry.

Ia menambahkan, varietas genjah seperti Padjadjaran dan Cakrabuana dapat dipanen lebih cepat, sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan. Pemanfaatan varietas adaptif tersebut menjadi bagian dari strategi teknologi untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah dinamika iklim.

“Kami mendorong pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan ini secara lebih luas, khususnya di wilayah rawan kekeringan atau sawah tadah hujan, sehingga produksi padi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” tegasnya.

 

Related News