• 22 March 2026

Libur Lebaran, Layanan Pelabuhan Perikanan Buka

uploads/news/2026/03/selama-libur-lebaran-layanan-59905b81573fe0f.jpeg

Jagad Tani - Selama libur lebaran 2026, pelayanan pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia tetap berjalan optimal agar kegiatan pendaratan, pembongkaran, serta distribusi hasil tangkapan ikan tetap berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menjelang dan selama periode Lebaran aktivitas di pelabuhan perikanan mengalami dinamika yang cukup tinggi.

Baca juga: 5 Oleh-Oleh Berbahan Ikan untuk Mudik Lebaran

"Sebagian nelayan bersiap kembali ke daerah asal, sebagian lainnya memanfaatkan momentum sebelum libur panjang untuk melakukan aktivitas penangkapan maupun pendaratan ikan," ujar Latif dalam keterangannya, Dikutip Jumat (20/03).

Guna memastikan tata kelola operasional pelabuhan berjalan tertib, aman, dan terkendali, Latif meminta seluruh jajarannya menggelar apel siaga kesiapan operasional pelabuhan perikanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Adapun yang menjadi fokus pihaknya yakni tiga hal, mulai dari penguatan keselamatan pelabuhan perikanan bebas kebakaran, menjaga kualitas pelayanan publik, serta penguatan pendataan untuk mendukung optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Tim terpadu pengamanan pelabuhan perikanan harus selalu siaga, syahbandar di pelabuhan perikanan harus mampu memastikan pengawasan keselamatan pelayaran dan ketertiban di dermaga berjalan disiplin," terang Latif.

Penerapan langkah-langkah pencegahan kebakaran di pelabuhan perikanan tersebut yaitu dimulai dengan mengatur jarak tambat kapal yang aman, pengawasan ketat terhadap aktivitas pengelasan.

Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kondisi kapal sebelum ditinggalkan awaknya, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana keselamatan seperti hydrant, sistem pemantauan, dan akses darurat bagi kendaraan pemadam.

"Diperlukan juga dukungan Polairud dan TNI AL untuk menjaga keamanan kawasan pelabuhan perikanan serta memastikan area vital tetap terkendali, serta partisipasi aktif asosiasi nelayan dan kelompok masyarakat dalam membangun sistem pengawasan berbasis komunitas," tukasnya.

Related News