Penguatan Ekoteologi UHN Sugriwa Lewat Tanam Pohon
Jagad Tani - Penguatan ekoteologi melalui pelestarian lingkungan, dengan penanaman pohon di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Bangli, Senin (23/03), menjadi bagian dari integrasi nilai keagamaan terhadap alam di lingkungan pendidikan tinggi.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa selama ini agama kerap dipersepsikan hanya mengurus aspek spiritual, sementara sains berada di ranah empiris. Padahal, keduanya dapat dipadukan untuk menjawab tantangan global, termasuk isu lingkungan.
Baca juga: Eskalasi Konflik Global, 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
“Dalam sejarah peradaban manusia, agama sering dianggap hanya mengurusi wilayah langit, sementara sains mengurusi bumi. Namun di UHN Sugriwa, kita ingin membangun jembatan. Spiritualitas Hindu dengan konsep Rta sangat relevan dengan perkembangan bioteknologi, teknologi informasi, maupun ilmu lingkungan,” terangnya.
Dilanjutkan jika pendekatan ekoteologi menjadi penting guna memastikan kemajuan ilmu pengetahuan tetap selaras dengan nilai-nilai spiritual dan keberlanjutan alam.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ajaran agama. Karena itu, gerakan seperti penanaman pohon harus menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar kegiatan simbolik,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UHN Sugriwa, yakni I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa komitmen terhadap ekoteologi telah menjadi bagian dari program nyata kampus, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dan Kurikulum Cinta.
“Kami secara rutin melakukan penanaman bibit pohon, termasuk pohon matoa dan tanaman yang digunakan sebagai sarana upakara keagamaan. Ini menjadi bagian dari pendidikan nilai sekaligus pelestarian lingkungan,” ucapnya.
Ia menambahkan, kampus juga aktif dalam konservasi satwa langka seperti rusa, merak, dan jalak Bali melalui kerja sama dengan BKSDA. Kegiatan ekologis tersebut kerap dikaitkan dengan momentum hari suci keagamaan.
“Seperti pada peringatan Tumpek Uye, kami melaksanakan penanaman pohon dan pelepasan burung di kawasan kampus secara serentak,” tukasnya.
Selain itu, UHN Sugriwa juga mendapat dukungan sarana pendukung keberlanjutan lingkungan, antara lain bantuan alat pabrik dupa aromaterapi dari Bank Pembangunan Daerah Bali serta mesin pengolahan sampah organik dari Bank Mandiri yang bermitra dengan PT Manah Liang.
