• 26 March 2026

Serapan Gabah Banyumas Raya Terus Dioptimalkan

uploads/news/2026/03/serapan-gabah-banyumas-raya-73084f481f3c9e9.jpeg

Jagad Tani - Penyerapan gabah petani selama periode panen raya guna menjaga ketersediaan cadangan beras di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara, Jawa Tengah terus dioptimalkan Perum Bulog.

“Pasca-Lebaran, gabah mulai masuk lagi sekitar 300 ton sampai 500 ton per hari. Saat libur pun pengadaan tetap berjalan meski tidak penuh,” ujar Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/03).

Baca juga: Pasca Lebaran Harga Pangan Terus Dipantau Satgas

Prawoko mengatakan bahwa dalam kondisi normal, penyerapan gabah harian yang dilakukan Bulog Banyumas dapat mencapai 1.000 ton hingga 2.000 ton. Akan tetapi selama masa cuti bersama, realisasi pengadaan berada pada kisaran 200 ton hingga 300 ton per hari dan kini kembali meningkat seiring aktivitas petani yang mulai normal.

Menurutnya, optimalisasi serapan dilakukan dengan memaksimalkan peran mitra pengadaan serta tim internal melalui program jemput pangan yang turun langsung ke sentra produksi. Oleh karena itu, skema tersebut juga mempercepat proses pembayaran kepada petani.

“Dari internal ada tim jemput pangan yang turun langsung dan pembayaran dilakukan melalui transfer ke petani supaya lebih cepat serta transparan. Kalau lewat mitra, mekanismenya menyesuaikan masing-masing,” terangnya.

Prawoko mengakui jika faktor cuaca masih mempengaruhi ritme panen di sejumlah wilayah. Hujan dan angin kencang membuat petani kerap menunda panen selama satu hari demi keselamatan, terutama untuk menghindari risiko sambaran petir.

“Kalau hujan, biasanya petani tidak berani panen dan menunggu sehari. Tapi secara umum tetap terserap. Wilayah Banyumas Raya mulai memasuki periode panen yang lebih luas dengan puncak panen diperkirakan terjadi pada pertengahan April," tuturnya.

Dilanjutkan jika di wilayah Kabupaten Cilacap saat ini berlangsung panen raya dan dalam waktu dekat disusul Kabupaten Banyumas yang mulai panen pada April. Sementara Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara secara umum telah memasuki masa panen sejak Maret dengan intensitas yang diperkirakan meningkat pada akhir April.

“Secara umum puncaknya pertengahan April. Beberapa daerah mungkin bergeser sampai akhir April atau Mei. Seiring peningkatan serapan, stok beras di gudang Bulog Banyumas terus bertambah," imbuh Prawoko.

Data sementara Bulog Banyumas menunjukkan ketersediaan stok telah mencapai lebih dari 60 ribu ton dan diperkirakan terus meningkat selama periode panen April hingga Juli. Dari sisi pengadaan, total realisasi tercatat 14.622 ton setara beras yang terdiri atas 27.116 ton gabah dan 847 ton beras.

"Ketersediaan stok tersebut juga disiapkan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan pemerintah apabila program diperpanjang. Saat ini alokasi bantuan pangan baru berjalan untuk alokasi bulan Februari-Maret dan Bulog Banyumas masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait kelanjutan program," paparnya.

Di sisi lain, penyaluran bantuan pangan alokasi bulan Februari-Maret untuk wilayah Banyumas Raya belum mencapai 100 persen karena masih menunggu kesiapan minyak goreng dari pihak produsen.

“Kalau ada perpanjangan sampai April, tentu stok siap. Sambil berjalan juga ada penyaluran reguler,” tukas Prawoko.

Related News