• 29 March 2026

Jawa Barat Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau 2026

uploads/news/2026/03/jawa-barat-siapkan-langkah-197299ce777c338.jpeg

Jagad Tani - Demi mengantisipasi potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung April hingga Oktober, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penguatan ketersediaan air dan benih guna menjaga produksi padi tetap optimal. 

Dengan luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional.
 
 
Dalam prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), musim kemarau tahun 2026 berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa langkah antisipatif telah disiapkan secara menyeluruh untuk menghadapi musim kemarau, khususnya melalui penguatan irigasi dan pompanisasi guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian.
 
“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” terangnya. 
 
Selain itu, langkah strategis lainnya juga disiapkan, seperti penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, bantuan pompa air, optimasi lahan non-rawa, serta penyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim.
 
Adapun Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana beserta Ketua Tim Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) melaksanakan rapat koordinasi peningkatan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung pada Rabu, 25 Maret 2026.
 
Melalui langkah terkoordinasi ini, diharapkan ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi di Provinsi Jawa Barat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

Related News