Barito Timur Identifikasi Potensi Perikanan dan Pertanian
Jagad Tani - Untuk mengidentifikasi potensi serta kendala yang dihadapi di lapangan, pada sektor pertanian dan perikanan Kabupaten Barito Timur (Bartim), Bupati M.Yamin melakukan kunjungan lapangan.
Kunjungan dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Bendung Tampa, Bendung Karau, Balai Benih Ikan (BBI) Murung Baki I dan II, BBI Talohen, serta lokasi rencana pengembangan mina padi di wilayah Jahon, Kelurahan Ampah Kota.
Baca juga: Serapan Gabah Banyumas Raya Terus Dioptimalkan
Khusus di wilayah irigasi teknis Bendung Tampa dan Bendung Karau, identifikasi kendala lapang juga dilakukan, karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Inapriani, menjelaskan bahwa sektor pertanian di Bartim memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama pada kawasan yang didukung irigasi teknis. Namun, pemanfaatan irigasi saat ini belum optimal.
“Masih banyak lahan pertanian yang belum terjangkau jaringan irigasi, baik tersier maupun sekunder. Selain itu, sebagian jaringan yang ada juga mengalami kerusakan sehingga perlu penanganan serius,” terangnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (27/03).
Dilanjutkan bahwa, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi kendala yang mempengaruhi produktivitas petani di lapangan.
Sementara itu, dari sisi perikanan, Inapriani menyebutkan bahwa potensi pengembangan cukup besar, didukung ketersediaan air yang melimpah di kawasan Bendung Tampa dan Karau. Namun, ketersediaan bibit ikan masih menjadi persoalan utama.
“Animo masyarakat untuk budidaya ikan cukup tinggi, tetapi belum diimbangi dengan ketersediaan benih yang memadai. Saat ini, Pemkab Bartim memiliki dua Balai Benih Ikan, namun hanya satu yang beroperasi optimal. Untuk itu, pemerintah daerah berencana melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan prasarana BBI agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," tukasnya.
