Teknik Pecah Batang Hingga Rekayasa Akar Bonsai
Jagad Tani - Teknik dalam seni bonsai terus berkembang, salah satunya melalui metode pecah batang dan rekayasa akar untuk menciptakan tampilan pohon yang lebih sempurna. Hal ini disampaikan oleh Mursid, trainer dari Lapak Bonsai Sangga Putra Muria.
Menurut Mursid, teknik pecah batang dilakukan untuk menyempurnakan struktur akar sebagai pondasi utama bonsai.
Baca juga: Harga Cabai di Sejumlah Pasar Kompak Turun
“Kalau pohon tanpa pondasi yang baik, dalam artian akar yang dominan saja, itu kesannya kurang bagus sesuai kriteria bonsai,” ujarnya kepada Jagad Tani.
Ia menjelaskan, teknik pecah akar biasanya diterapkan ketika jumlah akar dirasa kurang. Misalnya, jika hanya terdapat tiga akar utama, maka dapat dipecah menjadi enam agar tampilan pondasi pohon lebih seimbang dan menarik.
“Pecah akar itu karena memang kekurangan akar. Contoh, misalkan cuma adanya tiga akar, bisa jadi enam, sehingga kesannya lebih bagus untuk pondasi,” tambahnya.
Dalam praktiknya, tidak semua jenis tanaman cocok untuk teknik ini. Mursid menyarankan penggunaan jenis pohon yang kuat atau tahan banting seperti kimeng, anting putri, dan waru yang bisa dilakukan.
Adapun prosesnya dimulai dari pengambilan bahan tanaman dari pot atau polybag, kemudian kulit batang dikupas untuk merangsang pertumbuhan akar baru.
Selain itu, teknik tempel batang juga dilakukan untuk menyempurnakan bentuk batang yang tidak ideal. “Kalau batang bagian bawah tidak bulat atau terlihat kempes sebelah, maka dilakukan tempel batang agar lebih sempurna,” jelasnya.
Mursid juga menekankan pentingnya penggunaan media tanam yang tepat. Campuran media yang hangat serta tambahan zat perangsang akar seperti bawang atau root up dapat mempercepat pertumbuhan akar. Ia mencontohkan penggunaan sekam mentah yang dinilai lebih efektif dibandingkan media yang terlalu lembap seperti sekam busuk.
Dari sisi estetika, ukuran bonsai juga menjadi perhatian. Menurutnya, bonsai berukuran kecil seperti kategori mame atau small dengan batang besar justru memiliki nilai lebih, terutama dalam kontes.
“Supaya terlihat lebih mewah, ukuran bisa dibuat seminimal mungkin, tapi batang tetap besar. Itu biasanya lebih istimewa saat kontes,” katanya.
Selain itu Mursid juga menyebutkan jika pembuatan bonsai harus memiliki konsep yang jelas, baik untuk tujuan kontes maupun komersial. Untuk bonsai kontes, pembentukan harus mengikuti kriteria penilaian, termasuk tahapan pembentukan cabang dan ranting yang tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Yang penting alurnya jelas, mau ke konsep kontes atau komersial. Kalau kontes, ya harus ikuti kriteria pohon,” tegasnya.
Dilanjutkan pula bahwa bonsai pada dasarnya adalah seni yang dapat direkayasa, termasuk pada bagian akar. Teknik pecah akar yang dilakukan dengan benar akan menghasilkan struktur akar baru yang lebih proporsional dan estetis.
“Bonsai itu bisa direkayasa, termasuk akarnya. Dari proses pecah tadi, hasilnya bisa jadi seperti yang kita inginkan,” pungkasnya.

