Sebanyak 7.124 Kg GKP Kota Bima Diserap
Jagad Tani - Upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani di Kelurahan Jatiwangi, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaksanakan melalui kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap), khususnya pada masa panen raya.
Kegiatan Sergap tersebut berlangsung di Kelompok Tani Lacici, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, dengan total serapan mencapai 7.124 kilogram Gabah Kering Panen (GKP).
Baca juga: Tiga Langkah Indonesia Hadapi Krisis Pangan
Adapun pembelian dilakukan dengan harga Rp. 6.500 per kilogram, sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025.
Menurut Muhammad Hasyim selaku Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, menyatakan bila kegiatan Sergap merupakan upaya dalam menjaga keseimbangan harga dan memastikan petani mendapatkan perlindungan yang layak.
"Kegiatan Sergap bertujuan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi panen raya yang biasanya diikuti dengan melimpahnya hasil produksi kerap memicu penurunan harga di pasaran," terangnya.
Selain menjaga stabilitas harga, Sergap juga berperan dalam memastikan ketersediaan stok pangan, karena gabah yang diserap akan diolah menjadi beras dan disimpan sebagai cadangan pemerintah, sehingga dapat digunakan untuk keperluan penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan operasi pasar, hingga penanganan kondisi darurat.
Lebih lanjut, Hasyim menegaskan jika program ini bisa memberikan jaminan pasar bagi hasil panen petani. Dengan adanya kepastian pembelian oleh Bulog dengan harga yang layak, petani tidak lagi khawatir terhadap fluktuasi harga yang merugikan.
"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan semangat produksi serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," tukasnya.

