Harga Telur di Sejumlah Wilayah Alami Penurunan
Jagad Tani -Melalui pengawasan dari Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan per 30 Maret, harga telur ayam ras di pasar-pasar tercatat mulai terjadi penurunan harga usai Idulfitri.
Tercatat harga telur ayam ras di Pasar Kranggan, Yogyakarta, D.I.Yogyakarta (DIY) turun menjadi Rp 28.000/kg. Begitu pula di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, harga telur ayam ras sejak 3 hari ini turun menjadi Rp 28.000/kg dari Rp 30.000/kg.
Baca juga: Harga Referensi Minyak Sawit Naik, Kakao Turun
Tidak hanya di Pulau Jawa, di Sumatera Utara (Sumut) pun harga telur ayam ras di Pasar Gambir, Tebing Tinggi, dibanderol paling murah di angka Rp 27.200/kg. Sementara di Pasar Seutui, Banda Aceh, Aceh harga telur ayam ras berada di harga Rp 28.500/kg.
Untuk harga telur ayam ras di Pulau Kalimantan dan Papua masih berfluktuasi, salah satunya dikarenakan faktor biaya distribusi dari daerah sentra produsen telur. Di Pasar Kemuning, Pontianak, Kalimantan Barat harga telur ayam ras Rp 33.000/kg. Sementara di Pasar Snon Bukor, Raja Ampat, Papua Barat Daya harga telur Ayam ras di Rp 36.000/kg.
Padahal Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen untuk telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp 26.500/kg. Sementara, Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen maksimal Rp 30.000/kg, dan sudah diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan soal kondisi pangan yang tersedia di masyarakat, ia mengaku kerap menghubungi langsung para pembantunya di awal hari untuk mendapatkan laporan harga pangan pokok strategis.
Melalui pidato pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar pada Senin (30/03) lalu, Prabowo juga mengatakan jika pola micromanager diterapkan untuk dapat memperoleh data dan fakta yang detail, termasuk urusan harga pangan, seperti telur ayam ras.
"Ya, saya akui saya seorang micromanager. Saya akan menelepon menteri-menteri saya, jam 2 pagi atau jam 5 pagi, dan saya akan bertanya kepada mereka harga telur hari ini," ungkap Prabowo dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (03/04).
Telur ayam ras mamang merupakan salah satu bahan pangan yang digemari masyarakat, karena merupakan sumber protein hewani yang harganya terjangkau bila dibandingkan sumber protein hewani lainnya, sehingga kestabilan harganya perlu dijaga.
Merunut data Badan Pusat Statistik (BPS), rerata konsumsi per kapita dalam seminggu untuk telur ayam ras di 2025 berada di angka 2,362 kilogram (kg). Jika dilihat dalam 10 tahun terakhir, rerata konsumsi telur tahun 2025 telah meningkat sebanyak 19,1%, sebab rerata konsumsi telur per kapita selama seminggu pada tahun 2016 berada di angka 1,983 kg.
Komoditas telur ayam ras di dalam BPS tercatat memiliki inflasi 5,79% di Februari 2026, jika dilihat secara tahunan (year-on-year). Sementara, andil telur ayam ras terhadap inflasi umum secara tahunan berada di level 0,06%.
Walaupun begitu, telur ayam ras mempunyai andil terhadap eskalasi Nilai Tukar Petani (NTP) di subsektor Peternakan yang berada di level 103,62 pada Februari 2026. Indeks harga yang diterima petani unggas pun melejit ke 133,63 di bulan Februari 2026.
Melalui rilisan BPS, rerata harga telur ayam ras tingkat konsumen secara nasional hingga minggu pertama Maret 2026 di 53 kabupaten/kota mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras.
Dengan jumlah produksi telur dalam negeri yang selama setahun berkisar di angka 7,32 juta ton, jumlah ini dinilai mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional yang diestimasikan berada di angka 6,47 juta ton.
