• 3 April 2026

Harga Referensi Minyak Sawit Naik, Kakao Turun

uploads/news/2026/04/harga-referensi-minyak-sawit-577141d3d82451d.jpg

Jagad Tani - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) alami peningkatan jika dibandingkan dengan periode Maret 2026, yakni meningkat sebesar USD 50,76 (5,41%) dari HR CPO periode 1—31 Maret 2026 yang sebesar USD 938,87/MT.

“Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan permintaan yang tidak diikuti dengan peningkatan suplai akibat penurunan produksi, serta peningkatan harga minyak mentah akibat situasi geopolitik di Timur Tengah,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tommy Andana.

Baca juga: Inovasi Budidaya Ikan Air Tawar, Kunci Produktifitas

Dilanjutkan Tommy jika sumber harga penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga pada rentang waktu 20 Februari 2026-19 Maret 2026. Pada rentang waktu tersebut, rata-rata harga untuk rujukan pada Bursa CPO di Indonesia sebesar USD 896,94/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar USD 1.082,31/MT, dan harga Port CPO Rotterdam sebesar USD 1.319,84/MT.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025, bila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari USD 40, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median.

“Sehingga, harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Indonesia dan Bursa CPO di Malaysia. Sesuai dengan perhitungan tersebut, HR CPO ditetapkan sebesar USD 989,63/MT,” sambungnya.

Selain itu untuk HR biji kakao pada periode April 2026 ditetapkan sebesar USD 3.190,63/MT, turun sebesar USD 856,82 (21,17%) dari Maret 2026, dan berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada April 2026 menjadi USD 2.886/MT, turun USD 836 (22,46%) dari Maret 2026.

“Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi peningkatan suplai seiring dengan membaiknya produksi di negara produsen utama, yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan,” ungkap Tommy.

Adapun komoditas lainnya seperti HPE produk kulit periode April 2026 tidak berubah dari Maret 2026. Sedangkan untuk komoditas getah pinus periode April 2026 ditetapkan sebesar USD 916/MT, meningkat USD 13 (1,44%) dari periode Maret 2026.

Di sisi lain, HPE produk kayu meningkat pada beberapa jenis, yaitu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman, wooden sheet for packing box dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000—4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran serta sortimen lainnya jenis eboni dan dari hutan jenis pinus dan gemelina, akasia, sengon, karet, balsa, hingga eucalyiptus. 

Related News