51 Spesies Baru Ditemukan BRIN Sepanjang 2025
Jagad Tani - Sepanjang tahun 2025, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil mengidentifikasi 51 spesies baru, yang terdiri atas 32 spesies baru fauna, 16 spesies baru flora, dan 3 spesies baru mikroba.
Hasil temuan tersebut dinilai menjadi kontribusi penting dalam memperkuat basis data biodiversitas di Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan riset di bidang konservasi serta pemanfaatan sumber daya hayati.
Baca juga: Harga Referensi Minyak Sawit Naik, Kakao Turun
Dari 51 temuan spesies baru itu, sebanyak 49 spesies berasal dari Indonesia, satu mikroalga dari Kaledonia Baru, dan satu krustasea dari Vietnam, yang berasal dari beragam kelompok organisme, seperti serangga, ikan, amfibi, reptil, moluska, serta tumbuhan berbunga dan anggrek.
Menurut Kepala PRBE BRIN, Arif Nurkanto, Indonesia masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang sebagian besarnya masih belum terungkap.
“Puluhan temuan spesies baru flora, fauna, dan mikroba tahun 2025 dari kami membuka cakrawala tentang pentingnya riset, ekspedisi, dan konservasi sumber daya hayati,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (03/04).
Arif Melanjutkan bahwa di tengah laju kepunahan yang terus berpacu dengan waktu, penemuan ilmiah menjadi harapan agar kekayaan alam tidak hilang sebelum sempat dikenal.
Spesimen-spesimen tersebut diperoleh dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional sepanjang 2025.
Adapun 16 spesies baru flora yang berhasil diidentifikasi yakni Chiloschista tjiasmantoi, Homalomena adei, Homalomena pistioides, Homalomena chikmawatiae, Begonia antoi, Homalomena amarii, Homalomena renda, Homalomena belitungensis, Syzygium halmaherense, Dendrobium siculiforme, Bulbophyllum ewamiyiuu, Begonia elegantifolia, Homalomena sungaikeliensis, Homalomena polyneura, Syzygium rubrocarpum, dan Homalomena siasiensis.
Sementara itu, 32 spesies baru fauna yang ditemukan meliputi Deutereulophus thahirae, Deutereulophus sancangensis, Deutereulophus krakatauensis, Thlaspidula gandangdewata, Thlaspidula sarinoi, Rhacophorus boeadii, Cyrtodactylus pecelmadiun, Limnonectes maanyanorum, Limnonectes nusantara, Bathynomus vaderi, Amphicnemis reri, Kalubustrongylus arsoensis, Barbodes klapanunggalensis, Oryzias polylepis, Dibamus oetamai, Kalophrynus misbahulmuniri, Stiphodon hadiatyae, Rattus radityaniae, Cyrtodactylus maryantoi, Cyrtodactylus mendol, Tmethypocoelis malukensis, Aphaniotis kumbakarna, Deramas jasmine, Betta iaspis, Betta mulyadi, Crunomys tompotika, Desmopuntius mahakamensis, Johnius javaensis, Hylarana anatambanii, Hylarana hellenae, Diancta batubacan, hingga Limnonectes meratusensis.
Sedangkan untuk tiga spesies baru mikroba yang berhasil diungkap yaitu Morchella rinjaniensis, Peterkaempfera podocarpi, dan Haslea berepwari.
Sebagian besar temuan tersebut merupakan spesies endemik yang hanya dijumpai di lokasi tertentu, sehingga memiliki nilai penting dalam mendukung upaya konservasi serta pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
