Industri Perikanan Jepang Terdampak Konflik Timur Tengah
Jagad Tani - Konflik Geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, terutama antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat menimbulkan dampak yang luas, bahkan memengaruhi industri perikanan Jepang setelah penutupan Selat Hormuz.
Mengutip dari NHK World, hasil tangkapan kerang simping pertama musim ini tiba di Kota Nemuro di Hokkaido, Jepang utara. Kenaikan harga minyak mentah akibat gejolak di Timur Tengah mengakibatkan operasi perikanan lokal terpukul. Sejumlah nelayan mengatakan mereka harus mengurangi kecepatan mesin untuk menghemat bahan bakar.
Baca juga: Harga Referensi Minyak Sawit Naik, Kakao Turun
Sementara itu, beberapa pembudi daya ikan di Jepang mengatakan pengiriman bibit ikan amberjack atau kuwe batu impor mengalami penundaan karena kekurangan bahan bakar.
Peternakan ikan di prefektur Kagoshima dan Miyazaki biasanya mengimpor ikan tersebut dari Cina mulai Maret hingga Juli. Apabila pengiriman tertunda dan panjang ikannya bertambah melebihi 30 sentimeter, maka ikan tersebut akan dikenakan tarif sebesar 10%.
Akan tetapi, pemerintah Jepang kini menghapuskan tarif impor untuk ikan kuwe batu dengan panjang di bawah 50 sentimeter hingga akhir tahun ini.
Situasi di Timur Tengah juga membayangi acara tahunan selama hari libur berturut-turut pada musim semi di Jepang. Panitia penyelenggara festival ikan kuwe batu di Kota Tarumizu, Prefektur Kagoshima, dilaporkan memutuskan untuk menunda acara populer tersebut.
Pihak penyelenggara menyebutkan kenaikan harga minyak mentah setidaknya 20% sebagai penyebabnya. Selain itu, disebutkan juga bahwa saat ini sulit mendapatkan bahan-bahan untuk pelampung keramba ikan dan kemasan di pabrik pengolahan.
