• 5 April 2026

Indonesia Ekspor Bumbu dan Makanan Siap Saji

uploads/news/2026/04/indonesia-ekspor-bumbu-dan-38902908d2225d4.jpg

Jagad Tani - Sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sehingga pengiriman perdana bumbu pasta dan makanan Ready to Eat (RTE) menjadi langkah awal dalam pengelolaan ekonomi Haji dan Umrah yang terintegrasi. 

Pada tahap awal, pengiriman perdana akan mengirimkan 100 ton bumbu pasta dan makanan RTE, yang dilakukan secara bertahap mulai 2-6 April 2026. Sementara untuk tahap berikutnya, sebanyak 130 ton sedang dijadwalkan dalam rentang waktu 17-29 April 2026.

Baca juga: Tata Distribusi Pangan, Sejumlah Pedagang Diterbitkan NIB 

“Pengiriman logistik haji yang dimulai tahun 2026 ini baru step awal, ke depan akan lebih dioptimalkan untuk beberapa potensi kolaborasi lainnya seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah serta pengiriman makanan untuk kebutuhan jamaah umrah,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan. 

Demi mendukung proses pengiriman, pemerintah turut mendorong sinergi PT Garuda Indonesia dan PT Pos Indonesia untuk memberikan dukungan logistik haji dengan biaya logistik yang efisien dan kompetitif.

Melalui data Neraca Pembayaran Indonesia, tercatat defisit neraca jasa tahun 2025 mencapai USD19,8 miliar, dengan jasa transportasi sebagai kontributor terbesar. Sebagian dari defisit jasa transportasi tersebut bersumber dari pengeluaran jamaah yang memanfaatkan berbagai layanan logistik dan konsumsi dari penyedia asing.

Semakin besar porsi layanan logistik, konsumsi, dan transportasi haji yang dapat dipenuhi oleh penyedia nasional, semakin besar pula potensi penghematan devisa yang dapat diraih. Hal ini berkaitan dengan penyampaian Presiden Prabowo Subianto untuk menekan arus keluar devisa (cash outflow) sekaligus meningkatkan arus masuk devisa (cash inflow).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi menyampaikan bahwa sudah saatnya Kementerian/Lembaga dan BUMN berkolaborasi untuk mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga masyarakat Indonesia melalui multiplier effect dalam rantai nilai ekonomi yang terintegrasi.

Sehingga penguatan ekosistem logistik haji melalui sinergi banyak pihak diharapkan dapat berlanjut tidak hanya mendukung pelaksanaan haji namun juga pelaksanaan umrah untuk berbagai kebutuhan, baik layanan katering, transportasi, perdagangan, dan layanan pendukung lainnya, termasuk oleh-oleh haji dan umrah bagi jamaah Indonesia dapat melibatkan penyedia layanan jasa Indonesia.

“Kita bisa sama-sama melakukan penguatan ekosistem haji untuk bisa lebih memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional, dan mulai saat ini ketika bicara haji dan umrah kita tidak hanya bicara aspek ritualnya saja,” pungkas Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Related News