• 6 April 2026

Dari Ketidaksengajaan, Hara Farm Hasilkan Bibit Nila

uploads/news/2026/04/dari-ketidaksengajaan-hara-farm-52062c6a6dd9694.jpeg

Jagad Tani - Berawal dari ketidaksengajaan, Abdul Rasman, pemilik Hara Farm Pamulang, berhasil mengembangkan metode pembibitan ikan nila merah secara mandiri.

Rasman menceritakan, awal mula ide tersebut muncul saat proses pembesaran ikan di kolam. Kala itu, ia menemukan burayak atau anakan ikan nila yang tumbuh di sisi kolam tanpa disengaja.

Baca juga: Industri Perikanan Jepang Terdampak Konflik Timur Tengah

"Waktu itu saat pembesaran, kita melakukan pembesaran di kolam, secara tidak sengaja itu ada burayak atau anakan ikan nila di sisi-sisi kolam. Nah, itu kita coba ambil, kita coba besarkan. Ternyata itu bisa sampai panen dan (bisa sampai) di konsumsi juga," ujarnya.

Dari situ, ia menyadari bahwa ikan hasil pembesaran tersebut memiliki potensi untuk dijadikan sumber indukan.

“Ternyata bibit dari indukan yang kita besarkan ini bisa tumbuh besar juga. Dari situ kita berpikir, berarti kita bisa membuat bibit sendiri,” terangnya.

Sejak saat itu, Rasman mulai beralih dari ketergantungan pada indukan dari luar ke sistem pembibitan mandiri. Awalnya, indukan tetap didatangkan dari luar, namun secara bertahap ia melakukan seleksi ketat terhadap burayak untuk dijadikan calon indukan.

Menurutnya, proses seleksi dilakukan sejak burayak berusia 2 hingga 3 minggu. Pada fase ini, calon indukan unggul sudah mulai terlihat dari ukuran tubuhnya yang lebih besar dibandingkan yang lain.

“Biasanya perbandingannya sekitar 1 banding 10. Saat yang lain masih kecil, ada beberapa yang sudah jauh lebih besar—itu yang kita sebut pentolan,” jelasnya.

Dari satu kolam, hanya sekitar 10 hingga 20 ekor yang dipilih sebagai calon indukan. Ikan-ikan tersebut kemudian dibesarkan hingga mencapai ukuran tertentu, sekitar 5-6 ekor per kilogram, sebelum kembali diseleksi berdasarkan jenis kelamin.

Rasman menambahkan, pemisahan jantan dan betina menjadi langkah penting dalam proses ini. “Jantan biasanya kita pisahkan, bahkan kalau ada permintaan bisa kita jual. Tapi fokus utama kita di betina untuk indukan,” ungkap Rasman.

Melalui metode ini, Hara Farm kini mampu menghasilkan indukan berkualitas secara mandiri, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan nila yang dijalankannya.

Tadinya itu bibit buat kita sendiri untuk pembesaran, kita isi kolam semua. Ternyata bibit itu banyak, ya, mau tidak mau kita coba jual keluar. Alhamdulillah review-nya dari teman-teman petani juga bagus-bagus seperti itu," tukasnya. 

Related News