• 8 April 2026

Harga Plastik Melesat, Harga Beras Melandai

uploads/news/2026/04/harga-plastik-melesat-harga-2597991c61a36dd.jpeg

Jagad Tani - Meskipun gejolak geopolitik antara Amerika-Israel melawan Iran mempengaruhi distribusi logistik dan biaya bahan baku di sejumlah negara, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan harga beras tidak akan naik.

“Iya memang ada beberapa (harga pangan naik), saya akui dampak (geopolitik) itu terasa. (Namun) nggak (ada kenaikan harga beras) aman, beras aman tidak ada kenaikan apapun,” ungkap Zulhas Selasa (07/04).

Baca juga: Harga Cabai di Sejumlah Pasar Kompak Turun

Perlu diketahui jika saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp 13.500 per kg dan beras premium Rp 14.900 per kg. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz menyebabkan pelaku usaha di sektor pangan, termasuk beras, kesulitan mendapatkan produk berbahan plastik.

Hal ini dikarenakan Indonesia mayoritasnya masih mengimpor bahan baku plastik, yaitu naphta dari Timur Tengah. Bahkan gangguan logistik global menyebabkan waktu pengiriman barang meningkat signifikan sehingga berimbas pada biaya distribusi.

“Sekarang transportasi laut itu berputar, yang tadinya 20 hari sekarang bisa 60 hari lebih,” sambungnya.

Zulhas juga mendapatkan laporan dari Kalimantan Barat soal kelangkaan karung yang menyebabkan terhambatnya pembelian gabah. Disebutkan pula bila karung merupakan salah satu produk yang dibuat dari plastik.

“Memang ada beberapa saya akui dampak (perang) itu terasa, ya misalnya plastik itu luar biasa naiknya (harganya). Bahkan tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat mau beli gabah, karungnya nggak ada, karena karungnya dari plastik,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah (Jateng) yang menyebutkan bila harga bahan baku plastik di Jateng naik hingga 300%, sebelum lebaran plastik ukuran 1 Kg seharga Rp12.000 kini menjadi Rp30.000.

Meski demikian, Zulhas memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, tetap dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global.

“Walaupun ada masalah di internasional, geopolitik, ada peperangan, tapi soal pangan kita aman,” tukasnya.

Bahkan melalui data Kementerian Pertanian cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional mencapai sekitar 4,6 juta ton pada 7 April 2026, dan diperkirakan ketersediaan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

Related News