• 10 April 2026

Jaga Kesehatan Otak dengan Minuman Herbal Pegagan

uploads/news/2026/04/jaga-kesehatan-otak-dengan-12096a019810139.jpg

Jagad Tani - Pegagan merupakan salah satu tanaman unggulan yang banyak dimanfaatkan untuk tanaman herbal. Hal tersebut diungkapkan oleh Hapsiati, selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Maccodes yang berlokasi di Kedung Waringin, Kota Bogor.

Menurut Hapsiati, pegagan dikenal luas sebagai tanaman obat dengan berbagai khasiat, dan pemanfaatannya bisa dikembangkan sebagai produk olahan rumahan. 

Baca juga: Dari Ketidaksengajaan, Hara Farm Hasilkan Bibit Nila

“Pegagan itu tanaman obat yang hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Fungsinya antara lain untuk regenerasi sel, menjaga kesehatan otak, hingga dikenal sebagai obat awet muda. Khasiatnya bahkan disebut setara dengan ginkgo biloba,” ujarnya.

Dalam pengolahannya, pegagan bisa dikonsumsi secara langsung sebagai lalapan maupun diolah menjadi minuman. Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan mengeringkan daun pegagan yang telah dicuci bersih, kemudian dihaluskan hingga menjadi serbuk.

“Setelah kering, pegagan bisa diblender jadi serbuk, lalu disimpan. Nanti tinggal diseduh seperti teh. Bahkan kami pernah membuatnya dalam bentuk teh celup,” tambah Hapsiati.

Proses pengeringan sendiri bergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca panas, daun pegagan dapat cepat kering secara alami. Namun, pengeringan juga bisa dilakukan menggunakan oven untuk hasil yang lebih cepat dan higienis.

Selain pegagan, tanaman herbal lain seperti rosella yang kaya vitamin C, jahe merah, dan stevia sebagai pemanis alami, menurut Hapsiati dapat diolah menjadi minuman herbal yang menyehatkan.

“Awalnya kami menanam untuk kebutuhan sendiri, terutama untuk minuman herbal. Ibu-ibu biasanya membuat minuman dari jahe, rosella, atau stevia sebagai penyegar. Stevia ini jadi alternatif pengganti gula karena lebih aman, terutama untuk menghindari risiko diabetes,” jelasnya.

Meski demikian, Hapsiati menegaskan bahwa kegiatan ini masih bersifat skala kecil dan lebih sebagai hobi serta pemberdayaan anggota. “Kami belum produksi besar, masih sebatas untuk konsumsi sendiri dan sesekali dijual dalam bentuk sederhana,” tutupnya.

Related News