• 12 April 2026

Percepatan Tanam 10.000 Hektare di 19 Provinsi

uploads/news/2026/04/percepatan-tanam-10-000-hektare-243572278bfe5b2.jpg

Jagad Tani - Gerakan tanam serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 10.000 hektare di 19 provinsi, dipercepat Kementerian Pertanian (Kementan), guna mengantisipasi potensi dampak iklim seperti El Nino.

Kegiatan ini dipusatkan di Kalimantan Selatan untuk menjaga produksi pangan tetap aman. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, percepatan tanam merupakan langkah untuk menghindari penurunan produksi akibat cuaca ekstrem.

Baca juga: Gula Rafinasi Bocor, SGN Rugi Rp680 Miliar

"Kalau kita lambat tanam, kita berisiko kehilangan produksi. Karena itu harus serentak, masif, dan tidak boleh terlambat,” tegas Amran dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu (11/04).

Adapun program Cetak Sawah Rakyat dinilai menjadi langkah ekspansi pemerintah dalam menambah lahan produktif. Pada 2025, program ini digelar di 19 provinsi untuk memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.

Gerakan tanam serentak ini melibatkan seluruh kekuatan, mulai dari jajaran Kementan, pemerintah daerah, penyuluh, hingga petani di lapangan. Kepala daerah juga turut hadir sebagai bentuk dukungan penuh terhadap percepatan tanam.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini ada pada pengawalan di lapangan.

Penyuluh harus memastikan tanam berjalan tepat waktu dan sesuai rekomendasi. Ini bukan sekadar tanam, tapi memastikan produksi benar-benar terjaga,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada produksi, Kementan juga mendorong modernisasi dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam Brigade Pangan.

Dengan langkah ini, Kementan optimistis produksi tetap terjaga, bahkan meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tekanan iklim global yang semakin tidak menentu.

Related News