Inovasi Pakan Ayam Berbasis Probiotik dan Antikoksi
Jagad Tani - Inovasi pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi berhasil dikembangkan oleh peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Ivan Taufik Nugraha.
Pakan tersebut dirancang tidak hanya agar lebih efisien, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan ayam, mempercepat pertumbuhan, hingga mendongkrak produksi telur.
Baca juga: Percepatan Tanam 10.000 Hektare di 19 Provinsi
Menurut Ivan, inovasi pakan yang dikembangkannya tidak hanya efisien dari sisi konsumsi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ayam.
“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya. Lalu yang kedua bisa meningkatkan bobot badan dengan cepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (13/04).
Selain itu, pakan ini juga bisa untuk menambah massa dari telur ayam. Biasanya bobot telur bisa bertambah antara 20 sampai 30%.
Dilanjutkan jika salah satu tantangan utama dalam budidaya ayam adalah serangan penyakit koksidiosis yang kerap menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam satu kandang. Untuk itu, riset yang dikembangkan kini diarahkan pada formulasi pakan berbasis antikoksi.
“Kalau per hari ini kita mengarahnya ke antikoksi, jadi untuk mencegah ayam sakit. Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelas Ivan.
Lebih jauh, inovasi ini juga menyasar peningkatan performa ayam kampung yang selama ini dikenal memiliki pertumbuhan lebih lambat dibanding ayam ras.
Melalui nutrisi yang tepat, Ivan optimis ayam kampung dapat dipacu pertumbuhannya secara signifikan.
"Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” tambahnya.
Optimalisasi sistem pencernaan ayam dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas. Ia menilai bahwa selama ini banyak nutrisi yang tidak terserap optimal, yang ditandai dengan bau menyengat pada kandang.
“Sebetulnya yang kita lihat, ketika kandang bau, artinya proteinnya tidak terserap dengan optimal. Nah, dengan adanya tambahan probiotik dalam produk kami, nutrisi bisa diserap lebih banyak,” terangnya.
Probiotik bekerja hingga ke tingkat vili usus, dengan meningkatkan penyerapan nutrisi secara maksimal dan berdampak langsung pada efisiensi pakan serta kualitas lingkungan kandang.
“Masuk ke vili-vili usus, kemudian diserap. Saat keluar, aromanya berkurang karena proteinnya terserap secara maksimal,” tukasnya.

