• 16 April 2026

Indonesia Menuju 5 Juta Ton Stok Beras

uploads/news/2026/04/indonesia-menuju-5-juta-615629aa877330f.jpeg

Jagad Tani - Memasuki awal bulan april 2026, kondisi stok beras di gudang Bulog sudah mencapai 4,5 juta ton dan diproyeksikan akan mampu menembus 5 juta ton pada akhir April.

“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Idul Fitri FunFest 2026 oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di Jakarta, Sabtu (11/04).

Baca juga: Ekosistem Sapi Perah Diperkuat, Swasembada Bisa Dipercepat

Dalam sambutannya, Amran menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan yang ditopang oleh capaian produksi pangan nasional yang signifikan.

Peningkatan produksi beras dalam negeri ini membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor, bahkan memberikan dampak terhadap pasar global.

“Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun. Ini kerja kita semua. Ini kerja bersama. Bukan saya,” terangnya.

Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemanfaatan inovasi yang melibatkan kampus secara nyata, bukan sekadar seremoni.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni. Kelemahan kita di kampus adalah tidak mampu mengkomunikasikan apa yang kita ciptakan dan harus melihat pasar,” sambungnya.

Oleh karena itu, Amran mendorong agar ITS turut mengambil peran dalam menghadirkan teknologi yang benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat, termasuk alat mesin pertanian, kendaraan listrik, dan berbagai inovasi berbasis kebutuhan lapangan.

“Kita ingin ke depan, yang mensuplai, traktor, alat pertanian, itu dari ITS. Pasti bisa,” tuturnya.

Ia bahkan menekankan bahwa pemerintah siap mendukung dan menyerap inovasi dalam negeri, selama kampus berani memproduksi dalam skala besar dan bertanggung jawab atas kualitasnya, serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi. 

“Kita sama-sama, gandengan tangan. Enggak ada istilah Unhas, IPB, ITS. kita harus kolaborasi, demi Merah Putih. Ayo kita bergerak di hilirisasi, meneliti sesuai kebutuhan negara,” pungkasnya.

Related News