• 15 April 2026

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Pertanian hingga Pendidikan

uploads/news/2026/04/indonesia-rusia-perkuat-kerja-sama-11883aaba8b6680.jpeg

Jagad Tani - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, energi, hingga pendidikan, pada saat melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, (13/04).

Putin turut menegaskan bahwa kunjungan Prabowo memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika global saat ini.

Baca juga: Sumedang Serius Kembangkan Mangga dan Cabai

“Kami lihat bahwa kunjungan Yang Mulia memiliki makna yang sangat besar dan sangat penting, terutama di situasi dan perkembangan sekarang di dunia, juga dari segi peningkatan kerja sama bilateral terutama di bidang ekonomi,” ungkap Putin.

Menurutnya, hubungan antara Indonesia dan Rusia terus berkembang secara konsisten dan telah terjalin selama 76 tahun sejak tahun 1950. Bahkan telah disepakati deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 lalu.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2025 lalu, Menteri Pertanian Federasi Rusia secara resmi mengundang Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, untuk melakukan kunjungan khusus ke Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah agenda seperti peningkatan investasi sektor gula, ekspor CPO ke Rusia, pembangunan industri pupuk, pembukaan akses impor dagi dari Rusia ke Indonesia, serta kerja sama teknis dan riset pertanian berbasis teknologi.

“Saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna dan isi yang cukup besar antara hubungan kedua negara kita,” terang Putin.

Lebih lanjut, Putin menyoroti perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Adapun nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia mengalami peningkatan hingga mencapai angka 12 persen.

“Pada awal tahun ini, kita menyaksikan sedikit perlambatan dalam perdagangan bilateral, tetapi kami punya berbagai cara untuk meningkatkannya. Kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, Yang Mulia, kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita,” sambungnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada sektor pertanian, komoditas kopi (HS 090111) menjadi komoditi terbanyak yang diekspor dari Indonesia ke Rusia dengan nilai mencapai US$36,7 ribu (volume 24.182 ton) pada tahun 2020. 

Adapun komoditi terbanyak yang diimpor Indonesia dari Rusia yakni gandum dan meslin (HS 100199) dengan nilai sebesar US$15,6 ribu (volume 68.816 ton) pada 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Putin menegaskan bila kedua negara terus memprioritaskan penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki peran kunci dalam hubungan bilateral, dengan berbagai peluang pengembangan kerja sama.

“Kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasil industri, serta di bidang farmasi. Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang humaniter, antara lain di bidang pendidikan,” ucap Putin.

Selain itu, Putin turut menyoroti eratnya koordinasi antara Kementerian Luar Negeri kedua negara dalam berbagai forum internasional, dan menilai keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang baru yang semakin luas, termasuk dengan kawasan Uni Ekonomi Eurasia.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia,” tukasnya.

Related News