Hindari Asam Urat, Kurangi Konsumsi Makanan Ini
Jagad Tani - Dalam keseharian Sahabat Tani, tentu ada banyak jenis makanan yang dikonsumsi, namun untuk jenis makanan tertentu jika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan asam urat, terutama makanan dengan kandungan purin yang tinggi.
Purin merupakan zat alami yang terdapat dalam berbagai jenis makanan. Adapun penyakit asam urat atau hiperurisemia sering dianggap sebagai penyakit untuk orang tua. Padahal, anak muda juga bisa mengalaminya, jika pola makan dan gaya hidup tidak terjaga.
Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Harga Daun Pisang Segini
Makanan yang memiliki kandungan purin lebih dari 200 mg per 110 gram ini menjadi pemicu asam urat, dan jika tidak dikeluarkan secara optimal melalui urine dapat menyebabkan pembentukan kristal di sendi.
Kristal asam urat inilah yang menyebabkan peradangan pada sendi, sehingga menimbulkan rasa sakit (nyeri), bengkak, hingga rasa panas di area jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan.
Guna mencegah radang sendi yang menyakitkan tersebut, tentunya Sahabat Tani perlu mengetahui makanan apa saja yang memiliki kandungan purin yang tinggi. Berikut daftarnya:
Jeroan
Jeroan berasal dari hewan seperti hati, ginjal, otak, usus, serta limpa, mengandung purin yang tinggi (lebih dari 300 mg per 100 gram), dan berpotensi menaikkan kadar asam urat, jika dikonsumsi secara berlebih.
Tentunya Sahabat Tani perlu mengatur pola makan untuk mencegah kambuhnya asam urat. Dengan membatasi jumlah konsumsinya, dapat mencegah risiko nyeri sendi. Sebab mengonsumsi jeroan bagi penderita asam urat, dapat memperparah kondisi.
Daging Merah
Daging merah berasal dari hewan seperti sapi, babi, domba, dan kambing, termasuk ke dalam golongan makanan tinggi protein. Daging merah juga mengandung sekitar 100-200 mg purin per 100 gram.
Menurut jurnal yang berjudul "Hubungan Pola Konsumsi Daging Merah terhadap Kadar Asam Urat pada Jemaah Masjid Jami’ YARSI dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" yang ditulis oleh Ayu Suciawaty Hamka, dkk., dari Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, salah satu penyebab utamanya adalah konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah.
Daging unggas
Untuk daging unggas seperti daging ayam dan daging bebek, masih bisa Sahabat Tani konsumsi karena tidak masuk dalam golongan tinggi purin. Namun, daging burung puyuh dan kalkun sebaiknya dibatasi karena memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.
Meskipun umumnya mengandung purin sedang, beberapa bagian daging unggas dapat memicu asam urat. Jeroan unggas seperti hati dan ampela ayam juga termasuk dalam kategori purin tinggi yang sebaiknya dihindari.
Ikan laut (Seafood)
Berbagai jenis makanan laut seperti ikan makarel, tuna, kerang, tiram, udang, lobster, kepiting, dan scallop, masuk ke dalam golongan tinggi purin. Sahabat Tani tentu masih boleh mengonsumsi sesekali dan tidak terlalu sering agar kadar asam urat tetap stabil.
Adapun untuk ikan teri kering (mengandung lebih dari 1.100 mg purin per 100 gram), sementara sarden segar (mengandung lebih dari 200 mg purin per 100 gram).
Sayuran
Ada beberapa jenis sayuran yang mengandung purin di tingkat sedang hingga tinggi seperti Asparagus, bayam, jamur, kacang polong, dan kembang kol memang mengandung purin. Meski tidak setinggi produk hewani, tapi konsumsinya tetap perlu dikontrol.
Untuk Bayam (mengandung purin sedang), Kembang kol (mengandung 51 mg purin per 100 gram). Melansir dari Tirta Medical Centre, yang menuliskan bahwa purin dari sayuran tidak meningkatkan risiko serangan gout seperti purin dari sumber hewani.
Sahabat Tani, selain membatasi atau menghindari makanan yang dapat memicu asam urat dengan kandungan tinggi purin, ada beberapa hal untuk mencegah asam urat naik yaitu dengan menghindari konsumsi alkohol, dan membatasi minuman tinggi fruktosa, seperti jus buah, permen, soda, dan aneka kue.

