Upaya Perlindungan Penyu Belitong UNESCO Global Geopark
Jagad Tani - Upaya mendukung perlindungan dan penyelamatan penyu di kawasan Belitong UNESCO Global Geopark harus terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Geopark Belitong sendiri ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO yang diselenggarakan secara virtual dan dipimpin dari Paris, tanggal 15 April 2021 lalu.
Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Harga Daun Pisang Segini
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Penataan Ruang Laut dan Kerja Sama Luar Negeri, Dyah Erowati, menegaskan bahwa penyu selain sebagai spesies dilindungi juga merupakan indikator kesehatan ekosistem laut.
“Jika penyu masih bertelur, maka ekosistem masih terjaga. Sebaliknya, hilangnya penyu menjadi tanda awal kerusakan yang lebih besar,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (14/04).
Menurutnya, konservasi penyu harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan melalui roadmap yang jelas serta penguatan implementasi di lapangan.
Dyah juga menekankan bahwa status Belitong UNESCO Global Geopark membawa tanggung jawab besar untuk mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan secara seimbang.
Sementara itu, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sarmintohadi, menyampaikan bahwa konservasi penyu merupakan bagian dari strategi nasional yang dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan yang harus dilaksanakan secara terpadu dan berbasis data.
“Upaya konservasi penyu tidak dapat dilepaskan dari tantangan yang ada, seperti penurunan populasi, degradasi habitat, serta tekanan aktivitas manusia,” urainya
Oleh karena itu, Sarmintohadi menerangkan bila diperlukan penguatan sistem pemantauan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menjelaskan jika keberhasilan konservasi penyu sangat penting dalam mendukung keberlanjutan status geopark.
"Pulau Cina sebagai bagian dari Kawasan Konservasi Daerah (KKD) menjadi lokasi strategis peneluran penyu dengan peran ekologis yang signifikan," tukasnya.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan kunjungan lapangan ke Pulau Cina untuk meninjau fasilitas penyelamatan penyu yang dikelola PT Penyu Lima Konservindo, dengan tujuan untuk memastikan kesiapan Pulau Cina sebagai pusat konservasi penyu yang terintegrasi dengan wisata dan edukasi.

