Indonesia Salurkan 10.000 Ton Beras ke Palestina
Jagad Tani - Selain melakukan ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi, Indonesia turut menyalurkan beras sebesar 10.000 ton untuk bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Ekspor ke Arab Saudi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia. Potensi ini diperkirakan akan terus meningkat ke depannya, mengingat jemaah umrah dan warga Indonesia (mukimin) yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.
Baca juga: Pertanian Berperan dalam Mendorong Ekonomi Karbon
“Ini momentum yang baik karena produksi kita meningkat. Ini yang kita ekspor. Kita juga sudah menjajaki beberapa negara seperti Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melalui siaran resmi yang diterima Jagad Tani, Jumat (17/04).
Adapun untuk bantuan kemanusiaan sebanyak 10.000 ton beras ke Palestina, merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina.
“Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, beliau memberikan perintah pada kami untuk memberi bantuan pada saudara kita di Palestina 10.000 ton beras,” ujar Amran.
Jumlah produksi beras nasional pada tahun 2025 tercatat meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29%, hal ini didukung oleh peningkatan luas panen dan berbagai penguatan di sektor pertanian.
Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,7 juta ton, dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga dalam negeri sehingga bisa ekspor.
“Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri. Dalam krisis global, tidak ada negara yang akan rela melepas pangannya ke luar negeri. Ini adalah hukum sejarah, “ tukasnya.
Selain itu, peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencapai 125,35, tertinggi selama lebih dari tiga dekade, dengan catatan pertumbuhan sebesar 5,74%, jumlah produksi pun melampaui kebutuhan domestik bulanan yang ada di kisaran 2,5-2,6 juta ton.

