• 18 April 2026

Berani Beda, Tips Usaha Ala Anak Punk

uploads/news/2026/04/berani-beda-tips-usaha-913867d5abbeec6.jpeg

Jagad Tani - Semangat untuk terus mandiri dan berani melawan ketakutan menjadi kunci bagi anak muda yang ingin membuka usaha.

Hal tersebut disampaikan oleh Hilman Ramadhon, dari Depot Sayur Sejahtera yang menjalankan usahanya di Kota Solo, Jawa Tengah, dengan gaya punk, saat membagikan pengalamannya dalam merintis usaha dari nol tanpa modal besar.

Baca juga: Depot Sayur Sejahtera, dari Punk ke Pangan

Menurut Hilman, langkah pertama yang harus dimiliki adalah keberanian untuk memulai. Ia menekankan agar anak muda tidak perlu merasa malu selama usaha yang dijalankan tidak merugikan atau mengganggu orang lain.

“Jangan malu, selama itu positif, gas saja. Justru kita harus berani mencoba hal-hal baru yang sebelumnya mungkin belum pernah terpikirkan,” ujarnya kepada tim Jagad Tani.

Selain itu, keberanian mengambil keputusan, terutama keputusan yang selama ini paling ditakuti menjadi faktor penting dalam membangun usaha. Hilman menilai, sering kali peluang justru datang setelah seseorang berani melangkah keluar dari zona nyaman.

Terkait modal, Hilman menegaskan bahwa uang bukanlah satu-satunya faktor penentu. Ia mengaku memulai usahanya tanpa modal finansial yang cukup, namun dengan tekad kuat untuk bekerja dan terus mencoba.

“Modal utama itu berani. Saya sendiri mulai tanpa uang, tapi karena punya keinginan kuat, akhirnya dipertemukan dengan jalannya, dapat relasi, dapat peluang, bahkan modal,” katanya.

Lebih luas, Hilman juga mengingatkan bahwa peluang usaha tidak terbatas pada satu bidang saja, seperti sayur yang ia geluti. Anak muda didorong untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan sesuai minat dan peluang di sekitarnya.

Menurutnya anak-anak generasi muda, tidak perlu takut belajar dan gagal. Ia menyebut kegagalan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menuju keberhasilan.

“Jangan takut gagal. Risiko pasti ada, itu bagian dari perjalanan. Yang penting terus belajar dan mencoba,” tuturnya.

Ia juga mendorong anak muda untuk membangun komunitas atau kolektif yang positif dan produktif, bukan sekadar berkumpul tanpa arah. Selain itu, memperkecil lingkar pergaulan ke arah yang lebih mendukung juga dinilai dapat membantu fokus dalam mengembangkan usaha.

"Perkecil circle (yang mendukung kemajuan) meskipun ini nggak (bisa diterapkan) untuk semua orang. Lalu bikin perkumpulan, kolektif-kolektif yang bermanfaat," pungkasnya.

Related News