• 20 April 2026

Tahun 2026, Sebanyak 24.126 Petani Pergi Haji

uploads/news/2026/04/tahun-2026-sebanyak-24-126-577517e220a0a2c.jpg

Jagad Tani - Melalui data dari Pusat Data Infomasi (Pusdatin) Kementerian Haji per 15 April, berdasarkan profesinya, tercatat ada sebanyak 24.126 petani yang menjadi jemaah haji reguler pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa keberagaman latar belakang jemaah haji Indonesia harus direspons dengan pelayanan yang maksimal dan penuh empati.

Baca juga: Pengawasan Minyakita Diperketat Guna Kestabilan Harga

"Profil jemaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jemaah, tanpa membedakan latar belakang," ungkapnya dalam keterangan tertulis menjelang keberangkatan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, dikutip Senin (20/04).

Berdasarkan profil jemaah haji Indonesia, dari sisi pekerjaan, jemaah didominasi oleh ibu rumah tangga (52.717 orang), pegawai swasta (46.462), PNS (40.143), dan petani (24.126). Sedangkan dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan SD (55.217), SMA/SMK (52.796), serta Sarjana/S1 (51.968).

Sementara dari segi usia, jemaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang. Selain itu, terdapat pula jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40 ribu orang secara keseluruhan.

Melihat keberagaman tersebut, Dahnil menyebutkan juga soal pentingnya mempersiapkan mental dan spiritual para jemaah dan mengingatkan tentang orientasi pelayanan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap. Niatkan pelepasan ini bahwa kita semua sedang menunaikan ibadah melalui peran sebagai petugas haji yang melayani jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik," ucapnya. 

Sebanyak 363 PPIH Daker Madinah dan Bandara akan bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Wamenhaj juga mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji, sehingga amanah besar dari masyarakat harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jemaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istithaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semoga Allah meridhai setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya.

Related News