Manfaat Mengkonsumsi Ikan sebagai Asupan Nutrisi Tubuh
Jagad Tani - Perbincangan tentang protein di ruang publik sering kali didominasi oleh sumber-sumber tertentu, seperti daging merah, ayam, atau suplemen protein instan. Padahal protein dari ikan juga memegang peran yang penting bagi tubuh.
“Indonesia memiliki sumber protein alami yang melimpah, berkualitas tinggi, dan lebih ramah bagi tubuh yakni ikan,” ungkap Doni Ismanto Darwin, selaku Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, dalam keterangan persnya, Sabtu (18/04).
Baca juga: Penangkapan Sapu-Sapu Saja Belum Efektif, Ini Strateginya
Menurutnya, ikan merupakan sumber protein dengan kualitas biologis tinggi yang mudah diserap tubuh, dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging merah. Bahkan kandungan asam lemak omega-3 pada ikan berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak.
Tentu jika melihat lanskap gaya hidup generasi muda Indonesia beberapa tahun terakhir yang mengalami pergeseran, dimana semakin banyak yang memilih bangun pagi untuk berlari, menghabiskan waktu di pusat kebugaran, atau mengikuti kelas olahraga, jika tanpa asupanyang tepat, tentu hasilnya kurang optimal.
“Olahraga hanyalah satu sisi dari gaya hidup sehat. Asupan nutrisi menjadi fondasi utama yang menentukan hasil dari setiap aktivitas fisik. Tubuh yang aktif membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat sebagai sumber energi, lemak sebagai cadangan dan regulator, serta protein sebagai komponen utama pembentukan dan pemulihan otot,” jelasnya.
Ia melanjutkan bahwa tanpa asupan nutrisi yang tepat, aktivitas fisik tidak akan memberikan hasil optimal. Sebab dalam setiap 100 gram sajian, ikan-ikan tersebut mengandung sekitar 20 gram protein, menjadikannya pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Keunggulan lain ikan terletak pada pengolahannya. Ikan sangat adaptif terhadap gaya hidup sehat modern, yakni bisa dipanggang, dikukus, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Menu seperti grilled tuna, pepes ikan, atau sup ikan bening menjadi contoh sederhana bagaimana ikan dapat diintegrasikan dalam pola makan sehari-hari tanpa kehilangan cita rasanya.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jumlah konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 26,04 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren yang positif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional.
Masyarakat tidak lagi sekadar makan untuk kenyang, tetapi mulai memperhitungkan nilai gizi, komposisi nutrisi, dan dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang. Dalam lanskap baru ini, ikan memiliki semua prasyarat untuk menjadi pilihan utama: bergizi tinggi, mudah diolah, terjangkau, dan berkelanjutan.
“Jika olahraga telah menjadi gaya hidup, maka sudah saatnya ikan menjadi standar baru sumber protein kita. Bukan sekadar pilihan sehat, tetapi fondasi bagi generasi Indonesia yang lebih kuat, lebih produktif, dan lebih berdaya saing. Ayo makan ikan,” pungkasnya.

