Vaksin Lokal, Bebaskan Jakarta dari Rabies
Jagad Tani - Upaya menjaga DKI Jakarta tetap bebas rabies terus dilakukan, salah satunya melalui kegiatan vaksinasi hewan peliharaan yang digelar setiap bulan di berbagai titik ibu kota, dan menjadi bagian penting dari kesehatan publik yang melibatkan partisipasi warga.
Pada kegiatan vaksinasi yang digelar di kawasan Setiabudi, M. Fakhrul Ikhsan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menjelaskan bahwa vaksinasi menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran rabies. Menurutnya, membangun kekebalan tubuh pada hewan seperti anjing dan kucing merupakan langkah efektif untuk memutus rantai penularan.
Baca juga: Demi Kelancaran Pengiriman, Petenak Harus Perhatikan Ini
"Salah satu upaya mempertahankan DKI Jakarta agar bebas rabies yakni dengan cara membuat kekebalan tubuh si hewan penular rabies dengan cara divaksin,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Guntur, Jakarta Selatan, Kamis (23/04).
Menariknya, program ini juga mengandalkan vaksin produksi dalam negeri. Salah satu yang digunakan adalah Neo Rabivet, yang dikembangkan oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma).
"Kalau vaksin, merknya Neo Rabivet, buatannya Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) dalam negeri, untuk menjaga kekebalan tubuh hewan-hewan peliharaan (yang aman dan efektif untuk anjing, kucing)," terangnya.
Kehadiran vaksin lokal ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk memproduksi vaksin hewan yang aman dan efektif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Di sisi lain, antusiasme warga turut menjadi faktor penting keberhasilan program. Darminah Hutabarat Siahaan, pemilik anjing pudel bernama Yuko, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan vaksinasi rutin. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kesehatan hewan peliharaan tetap terjaga.
“Harapannya selalu ada vaksin supaya hewan-hewan kita sehat,” katanya. Ia juga menuturkan bahwa perawatan harian seperti mandi rutin dan aktivitas luar ruangan tetap dilakukan untuk menjaga kebugaran hewan kesayangannya.
Program vaksinasi ini sendiri bukan hal baru. Lidya Erika yang merupakan Satuan Pelaksana (Satlak) KPKP Kecamatan Setiabudi menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung lama dan dilaksanakan secara berkala.
"Tiap bulan rutin (dilaksanakan) di 10 kecamatan. Kan memang dibuat jadwal dari Sudin (KPKP), nanti ada yang waktunya bersamaan, ada juga yang enggak," terangnya.
Dalam praktiknya, vaksinasi digelar sebulan sekali di berbagai lokasi, mulai dari ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), kantor kelurahan, hingga rumah warga yang bersedia menjadi tuan rumah.
"Di setiap kecamatan pasti dilakukan vaksinasi rabies sebulan sekali, ada yang di RPTRA, di kantor kelurahan, ada yang di rumah warga. Jadi tergantung dengan warganya. Kalau memang bersedia lokasi rumahnya ditempatin untuk vaksinasi, ya monggo. Nanti kita datangin," sambungnya.
Meski demikian, ada penyesuaian jadwal pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, Idul Adha, dan akhir tahun. Di luar itu, layanan tetap berjalan untuk memastikan cakupan vaksinasi tetap tinggi.
"Biasanya Idul Adha sama Desember itu kita enggak. Tapi Januari, Februari (kita mulai jalan seerti biasa), oh iya sama bulan puasa, nggak ada," tukasnya.
Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai wilayah bebas rabies. Lebih dari sekadar program kesehatan, kegiatan ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan hewan di lingkungan perkotaan.

